Advertisement
Jelang Muscab, PKB Bantul Matangkan Konsolidasi Partai
Jajaran pengurus DPC, Fraksi PKB DPRD Bantul, Dewan Syura, pengurus DPAC se-Bantul, hingga badan otonom partai berfoto bersama seusai Muspimcab di Joglo Yoso, Palbapang, Rabu (1/4 - 2026) malam. / Istimewa
Advertisement
Harianjogja.com, BANTUL—Konsolidasi politik mulai digerakkan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Kabupaten Bantul menjelang pembentukan kepengurusan baru. Forum Musyawarah Pimpinan Cabang (Muspimcab) dimanfaatkan untuk merancang arah kekuatan partai lima tahun ke depan.
Kegiatan yang digelar pada Rabu (1/4/2026) malam di Joglo Yoso, di Palbapang, Bantul ini dihadiri jajaran lengkap, mulai dari pengurus DPC, Fraksi PKB DPRD Bantul, Dewan Syura, pengurus DPAC se-Bantul, hingga badan otonom partai.
Advertisement
Ketua DPC PKB Bantul, Abdul Halim Muslih, menegaskan forum ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan momentum untuk menyatukan gerak organisasi hingga ke tingkat akar rumput.
“Soliditas organisasi menjadi kunci. Kami ingin seluruh struktur bergerak dalam satu visi untuk melayani masyarakat dan memperjuangkan aspirasi rakyat,” ujarnya.
BACA JUGA
Saat ini, PKB Bantul memiliki tujuh kursi dari total 45 kursi DPRD Bantul. Posisi tersebut menempatkan PKB sebagai salah satu kekuatan politik di DIY, dengan basis dukungan Nahdliyin yang dinilai cukup solid.
Namun, partai langsung memasang target lebih tinggi untuk periode mendatang. Dalam rencana lima tahun ke depan, PKB Bantul menargetkan perolehan 12 kursi legislatif, seiring peluang penambahan kursi DPRD serta penguatan basis pemilih di tiap daerah pemilihan.
Target Kursi dan Kader Eksekutif
Selain memperkuat posisi di legislatif, PKB Bantul juga mulai menyiapkan kader untuk kontestasi eksekutif di daerah. Nama-nama kader potensial disiapkan untuk maju sebagai calon bupati maupun wakil bupati sebagai bagian dari strategi kemandirian politik.
Ketua DPW PKB DIY, Umaruddin Masdar, menekankan pentingnya pembenahan sistem kaderisasi agar menghasilkan pemimpin yang berkualitas.
Menurutnya, seleksi kepemimpinan harus melalui mekanisme Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK), termasuk uji psikologi dan penilaian kapasitas manajerial.
“Calon pemimpin harus melalui uji psikologi dan penilaian kapasitas manajerial agar menghasilkan kepemimpinan yang kuat dan berintegritas,” katanya.
Ia juga menegaskan Muspimcab menjadi ruang evaluasi sekaligus penyusunan strategi pemenangan yang lebih sistematis, transparan, dan akuntabel.
Sementara itu, Sekretaris DPC PKB Bantul, Subhan Nawwawi, menyebut forum ini memperkuat koordinasi lintas elemen partai, baik struktur organisasi maupun fraksi legislatif.
“Kami ingin semua elemen berjalan dalam satu komando dan visi yang sama,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Malioboro Ditutup saat Kirab HUT Sultan HB X, Ini Rute Pengalihan Arus
- Ramp Tol Jogja-Solo di Trihanggo Dikebut, Gerbang Tol Segera Dibangun
- Jadwal Terbaru KA Prameks Jogja-Kutoarjo, 2 April 2026
- Aniaya Pengguna Jalan di Muja Muju, Bang Jago Ngopo Diringkus Polisi
- Kulonprogo Siapkan Skema Nunut ASN untuk Tekan BBM
Advertisement
Advertisement





