Permintaan Kartu Kuning di Kulonprogo Membludak

KARTU KUNING-Sejumlah warga antre mengurus kartu pencari kerja atau kartu kuning di Kantor Dinas Tenaga Kerja, Jl Slamet Riyadi, Solo, Senin (28 - 9). Jumlah permintaan kartu kuning mengalami lonjakan terkait rencana pembukaan lowongan calon pegawai negeri sipil (CPNS).
03 Juni 2013 14:07 WIB Kulonprogo Share :

[caption id="attachment_412403" align="alignleft" width="150"]http://www.harianjogja.com/baca/2013/06/03/permintaan-kartu-kuning-di-kulonprogo-membludak-412402/kuning" rel="attachment wp-att-412403">http://images.harianjogja.com/2013/06/kuning-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /> Ilustrasi.dok[/caption]

KULONPROGO-Pengumuman kelulusan SMA/SMK/MA baru berjalan sepekan, namun Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kulonprogo ramai permintaan kartu kuning. Sebagian besar permintaan didominasi lulusan anyar baik dari SMA maupun SMK.

Data Dinsosnakertrans mencatat di hari biasa permintaan kartu kuning mencapai enam orang. Jumlah itu meningkat tajam sebanyak 20 per hari untuk lulusan 2013.

"Kalau biasanya paling cuma lima sampai enam orang, itu pun lulusan lama. Mereka biasanya melakukan perpanjangan masa berlaku kartu. Tapi kalau dalam pekan ini mayoritas siswa yang baru lulus," ujar Kepala bagian Penerimaan dan Penempatan Tenaga Kerja Dinsosnakertrans, Muh. Juaini saat ditemui Harian Jogja, Senin (3/6/2013).

Dia mengungkapkan para lulusan yang datang mencari kartu kuning itu semuanya belum mengantongi ijazah kelulusan namun sudah ditetapkan lulus Ujian Nasional. Kendati begitu, instansinya tidak melakukan prosedur rumit pada lulusan yang ingin segera memiliki kartu kuning. Menurutnya, Surat Keterangan Lulus (SKL) dari sekolah sudah dapat menjadi lampiran para lulusan bisa mendapatkan kartu kuning.