LONGSOR NGLIPAR : Ujian Kenaikan Kelas Pun Terganggu

14 Juni 2013 19:18 WIB Ujang Hasanudin Gunungkidul Share :

[caption id="attachment_415981" align="alignleft" width="314"]http://images.solopos.com/2013/06/dapur-umum-ILUSTRASI-Desi-Suryanto1.jpg">http://images.solopos.com/2013/06/dapur-umum-ILUSTRASI-Desi-Suryanto1.jpg" alt="" width="314" height="209" /> Foto Ilustrasi Dapur Umum
JIBI/Harian Jogja/Desi Suryanto[/caption]

GUNUNGKIDUL-Bencana tanah longsor dan banjir lumpur yang melanda Desa Pengkol, Nglipar, Gunungkidul mengakibatkan puluhan siswa tidak bisa berangkat sekolah karena jalan tertutup lumpur. Padahal saat ini tengah ujian kenaikan kelas.

Kabag Pemerintahan Desa Pengkol yang juga Kepala Sekolah SMP 4 Nglipar Muryanto mengatakan akibat jalur ke sekolah tertutup material longsoran,  tiga siswa di tempatnya yang tak bisa mengikuti ujian kenaikan kelas.

Untuk mengatasi kendala tersebut, lanjut dia, pihaknya akan memberikan ujian susulan.

"Mereka nanti terpaksa ikut ujian susulan" katanya, Jumat (14/6/2013)

Sementara akibat longsor, tidak hanya siswa SMP yang terganggu, puluhan siswa SD pun terpaksa libur.

Setidaknya dari 76 siswa SD Glompong, 26 diantaranya adalah warga Kledok Ploso. Para siswa tersebut justru ikut membantu orangtuanya membersihkan rumah yang terkena lumpur.

Adapun orang tua siswa meminta kepada pihak sekolah untuk meliburkan aktivitas belajar mengajar menyusul bencana longsor yang menimpa.