KONFLIK KADUS MENTOBAYAN : 3 Tahun Kadus dan Warga Perang Dingin

14 Juni 2013 16:26 WIB Kulonprogo Share :

http://www.harianjogja.com/baca/2013/06/14/konflik-kadus-mentobayan-3-tahun-kadus-dan-warga-perang-dingin-415891/mas-harjo-lima-tahun-2" rel="attachment wp-att-415897">http://images.harianjogja.com/2013/06/mas-harjo-lima-tahun1.jpg" alt="" width="370" height="229" />KULONPROGO-Terpilihnya Puji Rahayu sebagai Kepala Dusun Mentobayan, Desa Salamrejo, Kecamatan Sentolo pada 2010 silam menyisakan konflik berkepanjangan di wilayah setempat.

Selama tiga tahun setelah penetapannya menjadi Kadus, sejumlah warga belum mengakuinya sebagai pemimpin mereka.

Warga mengaku, kemenangan Puji Rahayu waktu itu merupakan kesalahan besar lantaran dilandasi politik uang dan beragam intimidasi dari yang bersangkutan.

"Kini wadah rukun tetangga (RT) di sini vakum lantaran keempat RT langsung mengundurkan diri setelah itu. Hingga kini belum ada RT-nya lagi," ujar Bambang Nur Singgih, 50, warga setempat mengungkapkan kepada Harian Jogja, Kamis (13/6/2013).

Beberapa hari setelah pelantikan Puji Rahayu sebagai Kadus baru, warga berupaya bersikap legawa. Namun kondisi itu hanya berlangsung sebentar. Mereka menganggap Kadus baru tidak bisa bersikap familiar terhadap warga.

Kekecewaan pun semakin menjadi karena dalam perjalanannya sampai saat ini Puji justru bersikap jual mahal terhadap warga.

"Ya suka memaksakan kehendaknya sendiri. Seharusnya jangan mengutamakan egonya. Sebagai pemimpin harusnya dia bisa ngemong warganya," tandas Singgih.

Perang dingin antara sejumlah warga dengan Kadus itu pun hingga saat ini belum ada indikasi bakal reda secepatnya. Terlebih dalam beberapa hajatan kampung, Puji tidak pernah dilibatkan. Dalam hal kegotongroyongan pun warga selalu melakukannya secara mandiri.

"Termasuk dalam lomba dusun kemarin, kami mengupayakan secara swadaya," imbuhnya.