Nelayan Sadeng Ingin Pemukiman Nelayan Dekat Pelabuhan

26 Juni 2013 16:07 WIB Kusnul Isti Qomah Gunungkidul Share :

[caption id="attachment_420058" align="alignleft" width="370"]http://www.harianjogja.com/baca/2013/06/26/nelayan-sadeng-ingin-pemukiman-nelayan-dekat-pelabuhan-420054/nelayan-ilustrasi-kapal-sadeng-gunungkidul-antara" rel="attachment wp-att-420058">http://images.harianjogja.com/2013/06/NELAYAN-ilustrasi-KAPAL-SADENG-GUNUNGKIDUL-ANTARA-370x262.jpg" alt="" width="370" height="262" /> Foto Nelayan Pantai Sadeng Gunungkidul
JIBI/Harian Jogja/Antara[/caption]

GUNUNGKIDUL-Para nelayan Sadeng, Kecamatan Girisubo mengeluhkan belum adanya pemukiman khusus nelayan di dekat pelabuhan. Hingga saat ini mereka masih menyewa tanah yang ditinggali.

Salah satu nelayan, Sumarno mengatakan meskipun bangunan rumah milik pribadi, namun kebanyakan nelayan masih menumpang di tanah khas desa. Ia berharap pemerintah memberikan cara agar tanah tersebut bisa menjadi milik pribadi. Misalnya dengan cara kredit.

“Kalau nelayan kan memang lebih baik tinggal di dekat dermaga. Pasalnya kalau kami jauh, kami tak bisa mengawasi kapal-kapal yang merapat. Keamanannya juga kurang terjamin,” papar dia, Rabu (26/6/2013).

Selama ini para nelayan menyewa tanah seharga Rp200.000 setiap tahunnya. Kalau tanah khas desa bisa menjadi milik pribadi misal dengan cara kredit, mereka akan menyambut baik.

“Kami sudah berulang kali mengajukan persoalan ini kepada Dinas Kelautan Dan Perikanan (DKP), tapi sampai saat ini belum ada tanggapan sama sekali. Kami harap, persoalan ini bisa diperhatikan,” papar pria yang juga merupakan Sekretaris Kelompok Usaha Bersama (KUB) Mina Saroya ini.

Sukarmanto, salah satu nahkoda juga menginginkan hal serupa. “Kami mau kok kalau disuruh membeli misal kredit. Tapi pemerintah harus membuka jalan untuk kami,” kata dia.