PENGOLAHAN BIJIH BESI : Bupati Minta Kepala Dinas Hilangkan Ego

26 Juni 2013 14:29 WIB Kulonprogo Share :

[caption id="attachment_419998" align="alignleft" width="314"]http://www.harianjogja.com/baca/2013/06/26/pengolahan-bijih-besi-bupati-minta-kepala-dinas-hilangkan-ego-419987/bijih-besi-pengolahan-ilustrasi-antara-3" rel="attachment wp-att-419998">http://images.harianjogja.com/2013/06/bijih-besi-pengolahan-ilustrasi-ANTARA2.jpg" alt="" width="314" height="220" /> Foto Ilustrasi Bijih Besi
JIBI/Harian Jogja/Reuters[/caption]

KULONPROGO-Dalam rangka menyeragamkan pemahaman akan pentingnya proses pembangunan pabrik pengolahan bijih besi, Pemerintah Kulonprogo menyelenggarakan kegiatan sosialisasi di Gedung Binangun, Kompleks Kantor Bupati Rabu (26/6/2013).

Hadir dalam kegiatan itu, Sekertaris Daerah Astungkoro, perwakilan dari PT Jogja Megasa Iron selaku operator pertambangan, perwakilan Badan Pertanahan Nasional Kulonprogo, perwakilan, Puro Pakualaman, serta para pejabat instansi pemerinahan di Kulonprogo.

Ketua panitia sekaligus Kepala Bidang Pertambangan Umum Dinas Perindustrian Perdagangan Energi dan Sumber Daya Mineral Kulonprogo, Mustofa Ali, kegiatan itu berfungsi agar para aparatur mulai dari tingkat kabupaten hingga desa memiliki pemahaman yang memadai, benar dan objektif terhadap rencana pembangunan pabrik pengolahan.

Sementara itu Bupati Kulonprogo, Hasto Wardoyo dalam sambutannya yang dibacakan sekda mengatakan persoalan yang paling krusial dalam rencana pembangunan pabrik pengolahan bijih besi adalah ketersedaan lahan.

Karena itu, ia mengharapkan para aparatur bisa memberikan pemahaman yang baik dan benar kepada warga yang terdampak rencana pembangunan tersebut, khususnya di Desa Karangwuni, Kecamatan Wates.

Hasto juga meminta para aparatur untuk menghilangkan ego antardinas yang memilki banyak program kegiatan di wilayah pesisir selatan. Setelah sosialisasi penyeragaman pemahaman aparatur, selanjutnya akan dilakukan sosialisasi di Karangwuni.

Kegiatan sosialsasi ini digelar setelah Sekda Astungkoro mengatakan para pejabat d Kulonprogo belum sepaham terkait pentingnya proses pembangunan pabrik pengolahan bijih besi.