Disperindag DIY Segera Mulai Pasar Murah di 6 Kecamatan

29 Juni 2013 08:15 WIB Jogja Share :

http://www.harianjogja.com/?attachment_id=420915" rel="attachment wp-att-420915">http://images.harianjogja.com/2013/06/pasar-murah-BISNIS-INDONESIA-ANDI-RAMBE-copy.jpg" alt="" />JOGJA—Enam kecamatan di DIY akan mendapat jatah pasar murah dari Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM DIY bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia pada 1 hingga 19 Juli mendatang.

“Kami prioritaskan di enam kecamatan dulu,” kata Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Disperindagkop DIY, Eko Witoyo di Komplek Kepatihan, Jumat(28/6/2013).

Enam kecamatan yakni Sleman dan Prambanan (1-2 Juli dan 4-5 Juli) di Sleman, Kasihan dan Pandak (8-9 Juli dan 11-12 Juli) di Bantul. Selanjutnya dua kecamatan Sentolo dan Pengasih di Kabupaten Kulonprogo, yang dijadwalkan digelar pada 15-16 Juli dan 18-19 Juli.

Eko mengaku awalnya mengajukan proposal ke Bank Indonesia sebesar Rp96 juta, tapi yang disetujui hanya Rp46 juta. Atas alasan itu, pihaknya mengutamakan di enam kecamatan itu. Di setiap kecamatan akan terdapat 500 KK miskin yang ditentukan kecamatan untuk mendapatkan jatah pembelian lima bahan pokok di pasar murah tersebut.

Kelima bahan pokok itu adalah beras jenis premium dengan subsidi Rp3.000 per kilogram. Warga boleh membeli maksimal 3 kilogram. Minyak goreng dan telur ayam dengan subsidi masing- masing Rp4.000. Namun jatah pembelian hanya ½ kilogram. Selain itu, gula pasir subsidi Rp2.000 per kilogram dan bawang putih Rp4.000. Khusus untuk bawang jatah diberikan ¼ kilogram.

Ia mengatakan, warga bisa tidak membeli seluruhnya. Tapi minimal harus membeli dua komoditas berbeda. “Tidak boleh sama, karena khawatir bisa mengurangi jatah KK yang lain,” ujarnya.