Advertisement
PELURU NYASAR DI PERMUKIMAN : Danlanud Evaluasi Penggunaan Senjata Dalam Latihan
Advertisement
[caption id="attachment_422224" align="alignleft" width="370"]http://www.harianjogja.com/baca/2013/07/03/peluru-nyasar-di-permukiman-danlanud-evaluasi-penggunaan-senjata-dalam-latihan-422223/peluru-nyasar-6-wara-ujang-hasanudin" rel="attachment wp-att-422224">http://images.harianjogja.com/2013/07/peluru-nyasar-6-WARA-ujang-hasanudin-370x234.jpg" alt="" width="370" height="234" />
Foto Peserta latihan prayuda angkatan 105 Wanita Angkatan Udara (Wara), tengah bersantai di Lanud Gading, Rabu (3/7/2013). Selanjutnya Wara akan kembali ke homebase untuk mengikuti tahap pendidikan bina kelas di Kaliurang Sleman.
(JIBI/Ujang Hasanudin/ Harian Jogja)[/caption]
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-Komandan Pangkalan Udara (Danlanud) Adisucipto, Marsekal Pertama Agus Munandar akan mengevaluasi ijin penggunaan senjata dalam latihan Prayudha Siswa Wanita Angkatan Udara (Wara).
Advertisement
Pernyataan tersebut menyusul sejumlah peluru yang menyasar pemukiman warga di Dusun Gading, Desa Gading, Kecamatan Playen.
"Kami akan evaluasi izin penggunaan senjata dalam latihan" kata Agus seusai menutup latihan Prayudha Wara di Landasan Udara Gading Playen, Rabu (3/7/2013).
Evaluasi yang dilakukan TNI meliputi peluru yang menyasar pemukiman warga serta evaluasi selama proses pendidikannya.
"Untuk mengetahui apakah harus ada pengurangan ijin penggunaan senjata dalam latihan. Akan ada yang kita ubah," ucap Agus. Ia menganggap peluru nyasar merupakan pengalaman berharga yang harus dievaluasi agar kejadian serupa tidak terulang kembali di kemudian hari.
Sementara itu selesai berlatih merangkak dan berguling di Kemuning Patuk, berlatih mempertahankan pangkalan di Lanud Gading, 36 siswa Prayudha Wara selanjutnya akan dikembalikan ke Homebase di Kaliurang Sleman untuk mengikuti tahap pendidikan bina kelas hingga Agustus mendatang.
Kapentak TNI AU Mayor Khusus Hamdi Londong menyampaikan permintaan maaf atas insiden peluru yang menyasar pemukiman warga. Kejadian tersebut, kata Londong diluar kendali, diduga akibat rekoset atau peluru mantul hingga mengenai rumah warga.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Tangis Pecah Sambut Kepulangan Tiga Prajurit Gugur di Lebanon
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement




