Advertisement
BAYI BERKEPALA DUA : Tangisan Tak Stabil, Masih Gangguan Pernapasan
Advertisement
http://www.harianjogja.com/baca/2013/07/04/bayi-berkepala-dua-tangisan-tak-stabil-masih-gangguan-pernapasan-422541/bayi-berkepala-dua-ist" rel="attachment wp-att-422545">http://images.harianjogja.com/2013/07/bayi-berkepala-dua-IST.jpg" alt="" />Harianjogja.com, SLEMAN – Bayi berkepala dua yang dirawat di RSUP Dr Sardjito kondisinya belum stabil. Ketua tim dokter, Ekawaty Lutfia menyampaikan kondisi bayi satu dan dua masih menetap buruk. Keduanya masih memiliki gangguan pernapasan. Pihak medis berusaha melakukan perawatan, pemberian alat bantu dan obat seperti sebelumnya.
Mengenai gerakan bayi, menurutnya pasien menunjukkan aktivitas seperti bayi lain. Hanya diakuinya gerakan tersebut tidak terlampau aktif.
Advertisement
“Melihat kondisi bayi yang seperti ini, saya rasa gerakan bayi cukup baik. Tetapi kalau dibandingkan dengan bayi normal memang berbeda. Napasnya masih cepat, tampak bayi ini kelihatan sakit dan tangisannya belum stabil,” kata Ekawaty Lutfia, Rabu
(3/7/2013).
Menurutnya, hal ini wajar karena kondisi jantung pasien termasuk rumit. Jika persoalan ini dialami bayi tunggal pun, kondisi bayi tersebut juga terbilang berat. Apalagi, tambahnya, dialami bayi kembar dalam satu tubuh.
Anggota tim dokter RSUP Dr Sardjito, Arita Anggraeni menuturkan tim terus memantau keadaan bayi setiap jam. Dengan harapan kondisi bayi dapat membaik.
“Kondisi stabil memang belum tercapai. Pada prinsipnya, kami berusaha tetap optimal tangani bayi supaya ada perbaikan. Setidaknya sampai bayi dalam proses stabil,” kata dia.
Ditanya mengenai kemungkinan pasien pulang ke rumah, anggota tim lain, Setyo Wandito menyampaikan hal tersebut sulit diprediksi dalam hitungan hari atau minggu. Sebab pasien dengan kasus serupa umumnya kondisinya dapat menurun secara cepat tetapi membaik perlahan.
Kendati demikan, bila berat bayi lahir dapat dikembalikan seperti semula, suhu tubuh stabil, dapat minum dan ibu dapat merawat, pasien dapat segera pulang. Setyo menilai kondisi keluarga pun jadi perhitungan sebab perawatan di dalam rumah dan yang dialami bayi dapat berpengaruh pada kesehatan anak.
Terpisah Usman ayah bayi berkepala dua saat ditemui tampak menghindar. Ia menuturkan telah menyerahkan setiap pernyataan kepada Humas RSUP Dr Sardjito.
“Perkembangan anak saya masih seperti yang kemarin. Saya percayakan segala sesuatu di tangan mereka [tim dokter], saya sudah pasrah,” ungkapnya singkat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Dua Prajurit Masih Dirawat, KSAD Ungkap Situasi Terkini Lebanon
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Update KRL Jogja ke Solo Hari Ini 4 April 2026, Ini Jamnya
- Jadwal Prameks Kutoarjo-Jogja Sabtu 4 April 2026, Cek Jamnya
- Cuaca Jogja 4 April 2026 Didominasi Hujan, Ini Rinciannya
- Jadwal KRL Solo-Jogja Sabtu 4 April 2026, Cek Jam Lengkapnya
- Pemadaman Listrik di Bantul 4 April 2026, Cek Wilayah Terdampak
Advertisement
Advertisement




