Kebakaran Lahan Dekat Tol Semarang-Solo, 5 Mobil Damkar Dikerahkan
Kebakaran melanda lahan penghijauan dekat Tol Semarang-Solo KM 442. Lima mobil damkar dikerahkan untuk memadamkan api.
Harian Jogja.com, JOGJA — Komunitas Tjonthong melalui Kethoprak Ringkes Tjap Tjonthong akan menggelar pementasan Kethoprak dengan lakon Wong Agung Ing Bumiwangi di Gedung Concerthall Taman Budaya Yogyakarta (TBY), pada hari lebaran ketiga dan keempat (10-11/8/2013).
Pementasan ini dipersembahkan kepada para wisatawan dan para pemudik yang kembali ke Jogja untuk merayakan Lebaran.
Lakon Wong Agung Ing Bumiwangi merupakan naskah karya Susilo Nugroho atau akrab disebut Den Baguse Ngarso.Den Baguse juga bertindak sebagai sutradara pementasan bersama Marwoto Kawer.
Pementasan ini bakal menampilkan sejumlah seniman yang tak asing lagi, di antaranya, Yu Beruk, Rini Widyastuti, Rio Srundeng, Novi Kalur, Nano Asmorodono, Marwoto, Den Baguse Ngarso, Romo Condroyono, Bagong Trisgunanto, Hargisundari, Sarjono, Sronto, Bayu Saptama, dan tak lepas kendali lighting Edo Nurcahyo serta dibalut ilustrasi musik oleh Warsana Kliwir.
Menurut Nicky Lazaready, Humas Ketoprak Ringkes Tjap Tjonthong, lakon Wong Agung Ing Bumiwangi sarat pesan bagaimana menjadi seorang pemimpin yang ideal. Karenanya, pentas ini diharapkan bisa menjadi alat untuk menyentil pemimpin yang tidak cakap mengatur rakyatnya.
“Tokoh dalam pentas ini semuanya fiktif namun pesannya untuk memberikan contoh bagaimana sikap seharusnya menjadi seorang pemimpin,” katanya kepada Harian Jogja, Minggu (21/7/2013).
Pentas berdurasi selama 120 menit ini menceritakan Ki Ageng Bumiwangi seorang raja di kerajaan Bumiwangi yang menggabungkan negaranya dengan kerajaan Nusarukmi. Langkah yang kelihatan aneh dan nekad ini ternyata memiliki tujuan yang lebih besar yaitu menjadikan negara yang lebih besar dan benar benar terbebas dari penjajahan.
Hanya saja impian mulia Ki Ageng Bumiwangi itu ternyata tak seindah yang dibayangkan. Nusarukmi sebagai negara baru ternyata masih sangat ringkih. Alih-alih ingin merengkuh kejayaan dan kenikmatan. Penggabungan itu justru merugikan Nusarukmi karena banyak berkorban demi negara baru tersebut.
Ki Ageng Bumiwangi lantas tampil sebagai penyelamat. Ia harus melindungi dan menghidupi Prabu Gurnita Negara dan seluruh pembesar Nusarukmi yang melarikan diri karena kekacauan di ibukota negara. Kekacauan makin menjadi dan merambah daerah Bumiwangi.
Prabu Gurnita Negara dan Patih Adnyana Praja ditangkap musuh. Ki Ageng Bumiwangi mengambil alih kepemimpinan. Akhirnya dengan bantuan Senapati Bastugarba, Ragawaja, Mas Rara Tarasanti dan seluruh rakyat Bumiwangi, musuh akhirnya dapat dikalahkan. (Kurniyanto)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kebakaran melanda lahan penghijauan dekat Tol Semarang-Solo KM 442. Lima mobil damkar dikerahkan untuk memadamkan api.
Cek jadwal Samsat Sleman, mulai Samsat Induk, drive thru, Samsat Keliling, MPP, hingga layanan malam.
Polisi menangkap pria berinisial IA yang lima kali mencuri lampu proyek Tol Jogja-Solo di Gamping selama Agustus 2026.
Cek jadwal SIM Keliling Sleman September 2026, lengkap dengan SIM Corner MPP, SIM Malam Minggu, Simmade, dan syarat perpanjangan.
Jadwal KA Bandara YIA Jumat 4 September 2026 tersedia 24 perjalanan dari YIA-Tugu dan Tugu-YIA, mulai pagi hingga malam.
PSS Sleman mematangkan skema set piece jelang menghadapi Bali United pada laga pembuka Super League 2026/2027, Jumat (4/9/2026).