Advertisement

Tak Punya Santri, 3 Pesantren di Gunungkidul Tutup

Ujang Hasanudin
Selasa, 13 Agustus 2013 - 11:27 WIB
Nina Atmasari
Tak Punya Santri, 3 Pesantren di Gunungkidul Tutup

Advertisement

[caption id="attachment_437128" align="alignleft" width="357"]http://www.harianjogja.com/baca/2013/08/13/tak-punya-santri-3-pesantren-di-gunungkidul-tutup-437125/mengaji-3" rel="attachment wp-att-437128">http://images.harianjogja.com/2013/08/mengaji1.jpg" alt="" width="357" height="226" /> JIBI/Harian Jogja/Antara
Ilustrasi[/caption]

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-Sebanyak tiga pondok pesantren di Gunungkidul tutup sementara lantaran tidak ada santrinya. Kementrian Agama Gunungkidul menyebut salah satu penyebabnya karena kurang minat warga Gunungkidul mengenyam pendidikan di pondok pesantren.

Advertisement

"Warga Gunungkidul masih banyak yang belum berminat tinggal di pondok. Seperti di wilayah selatan itu, bahkan tidak ada pondok sama sekali," kata Kepala Kementrian Agama Gunungkidul, Masdjuri, kepada Harian Jogja, beberapa waktu lalu.

Ketiga pondok pesantren yang tutup adalah Tarbiyatur Quran di Giring Sodo Kecamatan Paliyan, Syaroful Ummah dan Nurul Ihsan di Ledoksari, Wonosari.

Menurut Masdjuri, ketiga pondok tersebut tutup karena tidak ada santri yang bermukim (menginap).

"Syarat menjadi pondok pesantren itu adanya santri minimal 15 orang yang mukim. Adanya kiai dan tempat ibadah" kata dia.

Masdjuri tidak bisa berbuat banyak pondok pesantren yang tutup sementara karena pihaknya hanya sebagai fasilitaror. Tidak bisa terlibat dalam pondok pesantren.

Sementara Pimpinan Pondok Pesantren Darul Quran Wal Irsyad Ledoksari, Kharis Masduki menyatakan, kurang aktifnya ketiga pesantren bukan berarti minat masyarakat Gunungkidul terhadap pendidikan agama minim, namun lebih pada tokoh sentral atau kyai yang belum bisa sepenuhnya berada di pondok pesantren.

Menurut Kharis, pondok pesantren saat ini tidak lagi menjadi nomor dua dalam pendidikan. Justru, menurut dia, menjadi pilihan pertama ketika pergaulan lingkungan kurang tertata. "Banyak orang tua yang ingin memasukan anaknya ke pondok karena memang pendidikan akhlak yang sangat penting" katanya

Santri Darul Quran Wal Irsyad saat ini berjumlah 513. Jumlah tersebut, kata Kharis, 50% merupakan warga asli Gunungkidul. (Ujang Hasanudin)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terkait

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Viral MBG Dibungkus Kresek, Satgas dan BGN Turun Tangan

Viral MBG Dibungkus Kresek, Satgas dan BGN Turun Tangan

News
| Sabtu, 04 April 2026, 07:47 WIB

Advertisement

Long Weekend April 2026: Cek Tanggal Merah Usai Lebaran

Long Weekend April 2026: Cek Tanggal Merah Usai Lebaran

Wisata
| Jum'at, 03 April 2026, 12:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement