Advertisement
Puluhan Koperasi di Bantul "Mati Suri"
Advertisement
[caption id="attachment_440594" align="alignleft" width="500"]http://www.harianjogja.com/baca/2013/08/23/puluhan-koperasi-di-bantul-mati-suri-440588/uang-rupiah-100rb-disilang-bisnis-indonesia" rel="attachment wp-att-440594">http://images.harianjogja.com/2013/08/uang-rupiah-100rb-disilang-bisnis-indonesia.jpg" alt="" width="500" height="353" /> Foto ilustrasi uang (JIBI/Harian Jogja/Istimewa)[/caption]
Harianjogja.com, BANTUL- Lebih dari 50 koperasi di Bantul kini macet tak menjalankan aktifitasnya alias mati suri.
Advertisement
Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Bantul Sulistyanto menyebutkan, sebanyak 11% dari total 456 koperasi yang ada di daerah ini kini mati karena tak ada aktifitas yang dilakukan anggota koperasi. Hal itu ditandai tidak adanya Rapat Anggota Tahunan (RAT).
"Tandanya itu ada tidak RAT, kalau tidak ada berarti nggak ada kegiatan di koperasi itu," terangnya Jumat (23/8/2013) usai acara Syawalan Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) Bantul.
Kebanyakan koperasi yang mengalami mati suri tersebut beranggotakan kurang dari 20 orang. Bidangnya merata, mulai dari koperasi serba usaha, simpan pinjam dan berbagai jenis lainya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement





