Advertisement
Hotel Melati di Jogja Makin Terpuruk
Advertisement
[caption id="attachment_442573" align="alignleft" width="448"]http://www.harianjogja.com/baca/2013/08/30/hotel-melati-di-jogja-makin-terpuruk-442570/hote-melatil-yogyakarta-antara-foto" rel="attachment wp-att-442573">http://images.harianjogja.com/2013/08/hote-melatil-yogyakarta-antara-foto.jpg" alt="" width="448" height="291" /> Foto ilustrasi hotel melati di Jogja (JIBI/Harian Jogja/Antara)[/caption]
Harianjogja.com, JOGJA—Pertumbuhan hotel di DIY beberapa tahun terakhir membuat persaingan hotel kian ketat. Kondisi tersebut membuat posisi hotel melati di DIY makin terhimpit.
Advertisement
Guna membuat hotel melati mampu bersaing, Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY mendorong hotel melati untuk melakukan modernisasi dalam hal pengelolaan, terutama di sisi pemasaran.
Ketua PHRI DIY Istidjab M. Danunegoro mengatakan, saat ini hotel nonbintang masih cenderung pasif. Akibatnya, hotel nonbintang kalah bersaing dalam hal menggaet tamu.
"Kami dorong hotel-hotel nonbintang untuk mulai memodernisasi pengelolaan hotel-hotelnya, khususnya dalam hal pemasaran," ujar Ketua PHRI DIY, Istidjab M Danunegoro, belum lama ini.
Upaya modernisasi yang sebaiknya dilakukan oleh hotel-hotel melati atau nonbintang yakni memaksimalkan pemasaran kamar hotel melalui internet atau booking kamar secara online. "Jadi jangan hanya pasif menunggu tamu," kata dia.
Bukan hanya dalam hal cara memasarkan kamar hotel, modernisasi juga sebaiknya dilakukan dari sisi sumberdaya manusia. Menurut Istidjab, sumber daya hotel nonbintang selama ini juga masih seadanya.
"SDM juga harus dibekali pelatihan untuk meningkatkan kapasitasnya dalam melayani tamu hotel," kata dia.
Menurut dia, PHRI melakukan beberapa upaya untuk mendorong hotel nonbintang agar tetap eksis. Istidjab mengaku PHRI sudah berkoordinasi dengan hotel-hotel nonbintang.
"PHRI siap membantu dan memfasilitasi. Jumat (30/8) kami ada pertemuan dengan gabungan hotel nonbintang untuk membahas hal itu," tambah dia.
Menurut Istidjab, jika masih menggunakan cara-cara tradisional, dikhawatirkan akan semakin banyak hotel melati di DIY yang semakin terpuruk. Dia menambahkan melihat persaingan saat ini, hotel-hotel melati jangan hanya mengeluh, namun harus mencari cara agar bisa menggaet tamu. "Harus ada action jangan cuma ngeluh," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Update KRL Jogja ke Solo Hari Ini 4 April 2026, Ini Jamnya
- Jadwal Prameks Kutoarjo-Jogja Sabtu 4 April 2026, Cek Jamnya
- Cuaca Jogja 4 April 2026 Didominasi Hujan, Ini Rinciannya
- Jadwal KRL Solo-Jogja Sabtu 4 April 2026, Cek Jam Lengkapnya
- Biaya Hidup di Jogja 2026, Hitungan Versi BPS dan Perkiraan Riil
Advertisement
Advertisement





