Advertisement

Lomba Panah Tradisional Buka Haornas 2013

Redaksi Solopos
Minggu, 01 September 2013 - 14:15 WIB
Nina Atmasari
Lomba Panah Tradisional Buka Haornas 2013

Advertisement

[caption id="attachment_443067" align="alignleft" width="450"]http://www.harianjogja.com/baca/2013/09/01/lomba-panah-tradisional-buka-haornas-2013-443065/panahan-tradisional-mataram-antarafoto" rel="attachment wp-att-443067">http://images.harianjogja.com/2013/09/panahan-tradisional-mataram-antarafoto.jpg" alt="" width="450" height="300" /> Foto ilustrasi panahan tradisional Mataram. (JIBI/Harian Jogja/Antara)[/caption]

Harianjogja.com, JOGJA - Kompetisi Gladhen Hageng Jemparingan atau lomba panahan tradisional yang digelar di Alun-alun Selatan Jogja menjadi pembuka rangkaian peringatan Hari Olahraga Nasional 2013 di DIY.

Advertisement

"Kegiatan yang telah menjadi ikon olah raga dan budaya di Jogja ini menjadi awal dari berbagai kegiatan yang digelar untuk memperingati Hari Olahraga Nasional (Haornas) tahun ini," kata Ketua Panitia Gladhen Hageng Jemparingan Eka Heru di sela kegiatan, Minggu (1/9/2013).

Menurut dia, penyelenggaraan jemparingan gaya Mataram Jawi tersebut juga akan semakin mendukung keistimewaan Jogja sebagai kota budaya.

Berdasarkan catatan dari panitia penyelenggara hingga penutupan pendaftaran, terdapat 411 peserta yang mengikuti kegiatan itu dalam berbagai kategori seperti umum maupun anak-anak.

Peserta tidak hanya berasal dari DIY tetapi juga dari daerah lain seperti Wonosobo, Purwokerto, Klaten, Solo, Pacitan, Semarang, Jepara dan bahkan ada peserta dari Kalimantan Selatan.

Tidak seperti lomba panahan pada umumnya, dalam kegiatan jemparingan tersebut seluruh peserta melesakkan anak panah dalam posisi duduk bukan berdiri.

Sasaran panah juga tidak berbentuk lingkaran melainkan bandul panjang sekitar 30 centimeter berwarna merah dan putih yang terbagi dalam empat bagian yaitu kepala, leher, badan dan pantat. Masing-masing bagian memiliki nilai sendiri-sendiri.

Bagian kepala bernilai tiga, leher bernilai dua, badan bernilai satu namun apabila anak panah mengenai pantat akan memperoleh penalti satu angka.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terkait

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Dua Prajurit Masih Dirawat, KSAD Ungkap Situasi Terkini Lebanon

Dua Prajurit Masih Dirawat, KSAD Ungkap Situasi Terkini Lebanon

News
| Sabtu, 04 April 2026, 22:17 WIB

Advertisement

Long Weekend April 2026: Cek Tanggal Merah Usai Lebaran

Long Weekend April 2026: Cek Tanggal Merah Usai Lebaran

Wisata
| Jum'at, 03 April 2026, 12:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement