KEKERINGAN GUNUNGKIDUL : Sehari Kecamatan Wonosari Dropping 25.000 Liter Air

07 September 2013 16:51 WIB Kusnul Isti Qomah Gunungkidul Share :

[caption id="attachment_445238" align="alignleft" width="448"]http://www.harianjogja.com/baca/2013/09/07/kekeringan-gunungkidul-sehari-kecamatan-wonosari-dropping-25-000-liter-air-445233/air-bersih-dropping-desi-suryanto-4" rel="attachment wp-att-445238">http://images.harianjogja.com/2013/09/air-bersih-dropping-Desi-Suryanto1.jpg" alt="" width="448" height="299" /> Dropping Air Bersih. (JIBI/Harian Jogja/Desi Suryanto)[/caption]

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-Untuk mengatasi kekeringan yang melanda di beberapa bagian wilayah, Kecamatan Wonosari dropping air 25.000 liter setiap harinya.

Camat Wonosari, Iswandoyo menuturkan pengedropan sudah dimulai 2 September lalu. Pengedropan dilakukan lima hari dalam seminggu. Dalam sehari pengedropan dilakukan lima kali.

“Tahun ini kami mengalokasikan dana Rp66,595 juta untuk tiga desa sasaran. Ketiga desa tersebut yakni Pulutan, Wunung serta Mulo,” papar dia kepada Harian Jogja, Sabtu (7/8/2013).

Ia menuturkan tiga desa tersebut merupakan langganan kekeringan. Bantuan air pun selalu diberikan setiap memasuki musim kemarau. Pengedropan air dilakukan hingga turun hujan.

“Sebenarnya ada saluran air yang dikelola. Tapi bagi KK yang tidak bisa membeli kan perlu dibantu,” tutur dia.

Staf Kesos Kecamatan Wonosari, Daud Lela Indarto mengungkapkan ada 2.324 KK yang menjadi sasaran. “Ada delapan padukuhan sasaran yakni Kamal, Wunung, Teguhan, Ngaliyan, Walikan, Mulo, Kepil dan Karangasem,” lanjut dia.

Daud mengaku dalam pendistribusian air tidak ditemui kendala dan relatif lancar. Di setiap desa sudah ada tiga bak penampungan air yang berkapasitas 3.000 liter air sehingga warga berkumpul di lokasi penampungan air.

“Sisasnya yang 2.000 liter air kami salurkan langsung kepada warga yang menjadi sasaran. Jumlah penerima bantuan dropping air sama dengan tahun sebelumnya,” pungkas dia.