Pengelolaan Terminal Giwangan Dinilai Belum Efektif

13 September 2013 13:59 WIB Redaksi Solopos Jogja Share :

[caption id="attachment_447070" align="alignleft" width="314"]http://www.harianjogja.com/baca/2013/09/13/pengelolaan-terminal-giwangan-dinilai-belum-efektif-447067/terminal-giwangan-jogja-antara-4" rel="attachment wp-att-447070">http://images.harianjogja.com/2013/09/terminal-GIWANGAN-JOGJA-antara.jpg" alt="" width="314" height="209" /> Terminal Giwangan (JIBI/Harian Jogja/Antara)[/caption]

Harianjogja.com, JOGJA- Badan Pemeriksa Keuangan Perwakilan DIY menilai pengelolaan Terminal Giwangan oleh pemerintah daerah setempat belum efektif sehingga perlu dilakukan perubahan agar fungsi terminal tersebut sesuai dengan statusnya sebagai terminal tipe A.

"Kami melihat, sebagai terminal tipe A, pengelolaan Terminal Giwangan belum efektif. Masih ada beberapa hal yang perlu dibenahi, khususnya pada sisi standar pelayanannya," kata Kepala Sub Auditorat Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan DIY Nugroho Her Wibowo, Jumat (13/9/2013).

Menurut Nugroho, pihaknya sudah memberikan sejumlah rekomendasi ke Pemerintah Kota Jogja untuk meningkatkan efektifitas pengelolaan terminal yang terangkum dalam laporan hasil pemeriksaan kinerja.

Salah satu permasalahan pengelolaan yang menjadi sorotan BPK adalah masih banyak bus luar daerah yang memilih tidak masuk ke Terminal Giwangan tetapi mengakhiri perjalanannya di terminal lain seperti Terminal Jombor.

"Sebagai terminal yang menghubungkan dua provinsi atau lebih, seharusnya bus masuk ke terminal. Jika bus tidak masuk terminal tentunya akan mengurangi pemasukan dari retribusi," katanya.

Selain itu, BPK juga menyoroti sejumlah fasilitas pendukung yang masih kurang seperti tempat pencucian bus yang representatif, fasilitas pelayanan kesehatan dan kondisi kebersihan terminal.