RSPS Bantul Soroti Masalah Rujukan BPJS, Ini Kendala Sering Dikeluhkan
RSUD Panembahan Senopati Bantul menyoroti berbagai kendala sistem rujukan BPJS Kesehatan yang masih sering dikeluhkan pasien dalam layanan JKN.
Ilustrasi kambing
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-Salah satu kambing milik Sutarno warga Dusun Seneng, Desa Siraman, Kecamatan Wonosari hilang ketika ditinggal ke pasar.
Lokasi kejadian pun hanya berjarak sekitar 150 meter dari Mapolsek Wonosari.
Sutarno menuturkan sampai pukul 24.00 WIB ia masih belum tidur. Pada pukul 04.00 WIB keesokan harinya ia pun bangun untuk pergi ke pasar berbelanja sayur. Saat itu ia tidak menaruh curiga apapun karena dua kambing yang dipelihara tidak mengembik.
“Saya pulang sekitar pukul 05.30 WIB dan kambing saya kok ribut mengembik. Kemudian saya cek dan ternyata sudah hilang satu, yang paling besar yang diambil. Kemungkinan besar diambil pas saya ke pasar,” papar dia, Minggu (15/9/2013).
Di kandang bekas kambingnya tersebut tampak ada sisa tali kekang (dadung) yang dipotong dengan benda tajam. Kerugian yang diderita mencapai lebih dari Rp2 juta. Sutarno sengaja memelihara kambing karena sudah mendekati Idul Adha.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
RSUD Panembahan Senopati Bantul menyoroti berbagai kendala sistem rujukan BPJS Kesehatan yang masih sering dikeluhkan pasien dalam layanan JKN.
Polrestabes Medan menyita 24 kilogram sabu tujuan Jakarta yang disembunyikan di dinding mobil setelah pengejaran di Jalan Tol Trans Sumatera.
Satu anggota OPM tewas dalam kontak tembak dengan TNI di Pegunungan Bintang saat operasi penangkapan terkait kasus pembunuhan warga sipil.
Tarif impor AS sebesar 10% untuk produk Indonesia mulai berlaku, sementara hasil investigasi excess capacity masih ditunggu pemerintah.
DPRD Sleman mempelajari pola kolaborasi pemerintah dan media di Surabaya untuk memperkuat komunikasi publik dan literasi informasi.
Alfamidi menyalurkan lebih dari 160.000 butir telur untuk 875 anak di 26 kabupaten/kota sebagai dukungan pemenuhan gizi dan pencegahan stunting.