Advertisement

Siswa SMAN 1 Jogja Teliti Penyembuhan Depresi dengan Hobi

Mediani Dyah Natalia
Selasa, 24 September 2013 - 15:41 WIB
Nina Atmasari
Siswa SMAN 1 Jogja Teliti Penyembuhan Depresi dengan Hobi

Advertisement

[caption id="attachment_450612" align="alignleft" width="450"]http://images.solopos.com/2013/09/siswa-SMA1-terapi.jpg">Kharisma Safitri Nur Indahsari dan Swandika Ayumarta Larasati, siswa SMAN 1 Jogja (Istimewa)http://images.solopos.com/2013/09/siswa-SMA1-terapi.jpg" width="450" height="347" /> Kharisma Safitri Nur Indahsari dan Swandika Ayumarta Larasati, siswa SMAN 1 Jogja (Istimewa)[/caption]

Kharisma Safitri Nur Indahsari dan Swandika Ayumarta Larasati, siswa SMAN 1 Jogja berhasil mengembangkan terapi penyembuhan bagi penderita depresi. Berikut laporan wartawan Harian Jogja, Mediani Dyah Natalia.

Advertisement

Berdiri dengan malu-malu, Kharisma bertutur mengenai kejadian yang terjadi pada 2011. Kala itu, sang ayah yang menjadi penopang keluarga dipanggil Pencipta. Kepergian yang terlalu mendadak ini tidak hanya dirasa berat gadis yang saat itu masih kelas X, tetapi juga ketiga adik yang masih kecil.

“Ibu paling merasa terpukul dan merasa depresi berat sehingga harus dirawat. Saya sendiri melihat hal ini juga sudah merasa berat, tapi melihat adik yang masih kecil, saya harus bangkit,” ujar Kharisma saat ditemui di Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY, Senin (23/9/2013).

Kebangkitan gadis ini akhirnya diikuti upaya membantu kesembuhan ibu. Dari sekian opsi, ia memilih memberikan terapi pengembangan hobi (tepebi). Pasalnya hobi merupakan kegiatan yang diminati seseorang, bersifat fleksibel, manusiawi dan cenderung membuat perasaan seseorang menjadi bahagia.

Bahkan metode yang awalnya diujicoba di keluarga akhirnya diterapkan di salah satu rumah sakit di Jogja. Metode ini dimulai dengan melakukan konsultasi ke dokter dan perawat, baru diikuti pemberian angket.

Tanya jawab yang berlangsung dengan jawaban tertutup ini merupakan pengembangan dari kuesioner yang dikembangkan Beck Depression Inventory.

“Karena sulit diajak komunikasi, kami yang mengisi angket tersebut dengan melakukan observasi keadaan pasien. Tapi jika bisa diajak bicara, baru kami melakukan sedikit wawancara,” kata gadis kelahiran 22 Februari 1996 ini.

Setelah mengetahui kondisi pasien, kedua gadis ini secara rutin memberikan terapi dengan memberikan kegiatan sesuai hobi 12 orang gangguan jiwa depresi sedang hingga berat yang dirawat di salah satu rumah sakit jiwa di Jogja.

Bila tidak punya hobi, keduanya akan mencari kegiatan yang dapat merangsang motorik halus pasien, seperti menggambar, kristik atau kegiatan lain.

Ditanya mengenai kendala selama memberikan terapi, Kharisma mengaku setidaknya ada dua kesulitan besar, membagi jam dan mengendalikan emosi dan mental saat terapi.

Pasalnya kedua gadis ini masih tercatat sebagai siswa kelas XII SMAN 1 Jogja yang setiap hari menghabiskan waktu dari pukul 07.00 WIB-14.00 WIB di sekolah.

Adapun terapi harus diberikan setiap saat, pasien tidak boleh dibiarkan menganggur. Semakin sering pasien beraktivitas, semakin banyak sensor motorik halus yang bekerja.

Karena keterbatasan waktu, ia meminta bantuan perawat yang bertugas untuk memberikan terapi sejak pukul 08.00 WIB. Sekitar pukul 14.30 WIB, baru keduanya mulai bekerja memberikan terapi.

“Lalu mental. Mendekati orang sakit butuh mental kuat, supaya tidak terbawa emosi pasien. Kita niatnya nolong, jangan sampai justru kita yang ditolong,” ungkap Swandika.

Berdasarkan riset yang telah dilakukan keduanya, ke-12 pasien sudah menunjukkan perkembangan positif. Kondisi ini terbukti dari penurunan tingkat depresi yang dialami pasien. Tingkat depresi pasien yang berada pada kisaran angka 21-51 kini turun di paparan 12-21.

Kharisma mengaku bersyukur atas jerih payah keduanya. Berkat tepebi, bukan hanya ibunya yang sudah menunjukan kesembuhan, tetapi juga pasien lain. Dokter dan perawat juga mengaku jika terapi yang diberikan keduanya berdampak positif.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terkait

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Suhu Kawah Melonjak Radius Aman Gunung Slamet Diperluas

Suhu Kawah Melonjak Radius Aman Gunung Slamet Diperluas

News
| Sabtu, 04 April 2026, 22:37 WIB

Advertisement

Long Weekend April 2026: Cek Tanggal Merah Usai Lebaran

Long Weekend April 2026: Cek Tanggal Merah Usai Lebaran

Wisata
| Jum'at, 03 April 2026, 12:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement