Pesta Miras di Permukiman Solo Digerebek, Empat Pria Ditangkap
Tim Sparta Polresta Solo mengamankan empat pria dan menyita sejumlah miras usai menggerebek pesta minuman keras di kawasan Gilingan, Solo.
Harianjogja.com, JOGJA—Tiga pemuda asal pulau Sumatera yakni Ega Budaya Putra, Ismail Zulpikar dan Rizky Januar menggelar pameran karya seni bersama.
Sebagai seniman mereka kerap kesulitan untuk menggelar pameran seni rupa utamanya tunggal.
"Selain karena terkendala uang. Disini [Jogja] persaingannya dengan seniman lainnya sangat ketat sekali untuk bisa berpameran, kata Ega Budaya Putra, Selasa (24/9/2013).
Berangkat dari kegelisahan yang sama, ketiganya pun sepakat membuat kelompok seni rupa bernama Tiga Ruang. Kelompok yang baru terbentuk awal 2013 didirikan untuk memudahkan mereka dalam menggelar pameran seni rupa.
Terlebih mereka merupakan seniman perantau yang merasa perlu diapresiasi. "Sebelum kelompok ini terbentuk kami memang sudah sangat sering nongkrong bareng untuk berdiskusi soal seni rupa di Jogja" ujar Ega.
Kelompok tiga ruang memiliki anggota yang memiliki latar belakang berbeda. Ega merupakan mahasiswa jurusan seni rupa lukis ISI angkatan 2009. Adapun Rizky Januar merupakan mahasiswa jurusan Fotografi ISI angkatan 2011.
Sedangkan Izmael Zulpikar merupakan seniman lulusan Universitas Negeri Padang (UNP) jurusan pendidikan seni rupa yang selepas lulus langsung mencoba peruntungan di Jogja.
Kelompok ini pun menjalani debut perdana di Gedung Pusat Kebudayaan Koesnadi Harjosoemantri, Universitas Gajah Mada (UGM) dalam pameran bertajuk Reflection. Dalam pameran yang berlangsung dari 23-30 September, kelompok ini memamerkan 31 karya terdiri karya lukis, fotografi, dan instalasi.
Sesuai dengan nama kelompoknya, karya yang dipamerkan beragam menyesuaikan karakter masing-masing .
"Tapi tema besar dalam pameran ini adalah mencoba merefleksikan segala hal terkait seni rupa yang kita lihat selama ini," ucap Rizky Januar, anggota tiga ruang lainnya.
Rizky memamerkan enam karya fotografi yang terbagi menjadi beberapa panel foto. Salah satu di antaranya berjudul Doa Dalam Jantung, bergambar sejumlah orang yang tengah melakukan ritual upacara. Namun dalam foto itu, Rizky merekam foto dengan membuat efek foto bergerak yakni dengan menggunakan teknik panning.
Usut punya usut, foto yang direkam itu berasal dari sebuah video yang muncul di layar televisi dan kemudian ia potret. "Video itu adalah gambar bergerak. Saya ingin memaknainya dengan membuat tekni foto yang seolah bergerak," katanya.
Berbeda dengan Rizky, Ega justru tertarik untuk menggunakan permainan warna. Salah satunya dalam karya berjudul Animal Poscard di atas kertas berukuran 200X 130 cm.
Poscartd itu terdiri dari 40an berbagai gambar binatang dengan warna yang beraneka macam. "Warna merupakan esensi dasar melukis. Karena itu mengusungnya dalam pameran ini," jelasnya.
Secara keseluruhan karya yang dihasilkan cenderung masih mencari bentuk mengikuti usia mereka yang memang masih muda. Ini terlihat dari karya mereka yang tampak liar.
Namun setidaknya tiga ruang berani menujukkan identitas mereka kepada khalayak luas. "Ini menjadi sebuah proses bagi kami," untuk terus berkaya," ungkap Ega.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Tim Sparta Polresta Solo mengamankan empat pria dan menyita sejumlah miras usai menggerebek pesta minuman keras di kawasan Gilingan, Solo.
Pemkab Bantul memastikan izin Gereja Misi Sejahtera akan diberikan setelah seluruh persyaratan administrasi terpenuhi.
Tambahan dana transfer ke daerah telah dihitung pemerintah dan kini menunggu arahan Presiden Prabowo Subianto sebelum diumumkan.
Data pariwisata DIY dinilai belum utuh. Sensus Ekonomi 2026 diharapkan memperbaiki kualitas data untuk menyusun kebijakan yang lebih tepat sasaran.
Kodim 0706/Temanggung menyalurkan 5.000 liter air bersih bagi warga terdampak kekeringan di Temanggung saat debit sumber air mulai menurun.
Indonesia All Stars siap menghadapi Aston Villa di SUGBK pada 1 Agustus 2026. Brandon Scheunemann masuk skuad bersama Ezra Walian, Zé Valente, dan Hokky Caraka.