Layanan Sedot Tinja Tak Diminati Warga Kulonprogo

09 Oktober 2013 10:52 WIB Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO—Layanan sedot tinja di Kulonprogo lebih banyak menganggur. Selain minimnya kesadaran masyarakat, tangki mobil rusak serta ketidakjelasan perda terkait nominal pembayaran jasa menjadi kendala.

Berdasarkan data yang dihimpun Harian Jogja, UPTD Kebersihan Pertamanan Dinas PU Kulonprogo melakukan penyedotan di septic tank sebanyak 85 kali pada 2011 dan 80 kali pada 2012.

Sementara tahun ini hampir bisa dipastikan tidak ada penyedotan. Padahal, pemilik septic tank di Kulonprogo berjumlah 75.000 KK dan jika dihitung berdasarkan potensi penyedotan dalam satu tahun terdapat 15.000 kali penyedotan.

Kepala UPTD Kebersihan Pertamanan Dinas PU Kulonprogo, Sarno Widodo, Selasa (8/10/2013) mengungkapkan, rendahnya kesadaran masyarakat menjadi penyebab rendahnya permintaan layanan sedot tinja.

"Kebanyakan orang akan memanggil jasa sedot tinja kalau septic tank bermasalah, selama dirasa baik-baik saja maka mereka mengabaikan layanan ini," urainya.

Dijelaskannya, tidak semua tinja dalam septic tank larut dengan air karena terdapat kotoran yang mengendap dan jika dibiarkan akan menumpuk serta membuat penampungan itu penuh.

Setidaknya, 30% dari keseluruhan tinja yang dikeluarkan melalui BAB per hari akan mengendap di septic tank.

Kendati demikian, ia mengatakan masyarakat tidak sepenuhnya salah karena dinas terkait seharusnya memberikan sosialisasi.

Jika tinja dibiarkan mengendap dan septic tank penuh maka tidak menutup kemungkinan kotoran akan keluar dan mencemari air sumur. Akibatnya, bakteri e-Coli mengkontaminasi air sumur.