Tim SAR Gunungkidul, Bekerja dengan Teknologi, Kearifan Lokal dan Ilmu Titen

14 Oktober 2013 14:14 WIB Kusnul Isti Qomah Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, JOGJA-Tim Search And Rescue (SAR) Pos II Baron memprediksi mayat awak kapal KM Akau Jaya Sembilan akan kembali muncul dan ternyata benar. Dua mayat ditemukan di hari ketiga Sabtu (13/10/2013) dan Senin (14/10/2013). Namun perkiraan itu bukan sembarang perkiraan.

“Nek biasane, bar kelep ki bakal ngampul telong dino meneh [kalau biasanya, setelah tenggelam akan terapung tiga hari lagi,” gumam koordinator Tim SAR Pos II Baron Marjono yang disambut anggukan kepala anggota lainnya sambil menerawang ke arah laut di Pos II Baron, Jumat (11/10/2013).

Tim SAR bukan peramal ataupun cenayang. Namun mereka mempelajari setiap pengalaman menyelamatkan ataupun mengevakuasi korban tenggelam. Dari peristiwa yang sudah-sudah setiap mayat yang sudah tenggelam biasanya akan muncul di hari ketiga.

Prediksi itu merupakan perpaduan antara teknologi, kearifan lokal dan juga ilmu titen. Sebagai anggota tim SAR mereka sudah terbiasa memantau kondisi gelombang, angin dan kondisi alam dengan memanfaatkan jaringan internet.

Mereka juga memahami sifat-sifat alam di sekitar mereka yang merupakan kearifan lokal. Mereka hafal betul gerak-gerik ombak dan angin. Sebagai tim pencari dan penyelamat mereka sudah sangat sering melakukan penyelamatan dan pencarian. Mereka memanfaatkan pengalaman yang sudah didapat sebagai bekal menghadapi peristiwa baru.

Prediksi mereka tepat, pada hari ketiga dan kelima karamnya kapal KM Akau Jaya Sembilan dua mayat awak kapal kembali ditemukan meskipun dengan kondisi tubuh yang sudah rusak.

Masih ada empat mayat lagi. Pencarian yang melelahkan pun terus dilakukan sampai semua awak kapal ketemu. Meskipun harus berjalan kaki menyusuri bukit dan lembah yang terjal, tak menjadi soal bagi mereka.

Mereka sadar betul itulah tugas mereka. Memiliki jiwa sosial yang tinggi terkadang membuat mereka gemas ketika belum bisa menemukan korban.

“Ya Allah..berikan petunjukkmu,” teriak anggota tim SAR ketika melakukan penyisiran di sebelah barat Pantai Ngobaran. Teriakan itu sering kali didengar ketika belum ada tanda-tanda awak kapal.

Selain melakukan pencarian, setiap anggota tim SAR terus memanjatkan doa agar semua awak kapal bisa segera ditemukan. Bisa menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya merupakan kepuasan bagi mereka meskipun kondisi tubuh kadang tak bisa diajak berkompromi.