Advertisement
Disperindagkop DIY Sulit Mengontrol Impor Bahan Makanan
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA-Impor bahan makanan yang masuk ke pasar, baik modern maupun tradisional wajib disertai data valid. Sikap ini perlu dipertegas agar kebijakan impor bebas dari kepentingan tersembunyi.
Berdasarkan pantauan Harianjogja.com di lapangan, bahan pangan impor mudah ditemukan di pasar modern maupun tradisional. Kacang kedelai dan bawang putih misalnya, kedua komoditas tersebut mayoritas disokong dari negara lain.
Advertisement
Menanggapi hal ini, Kasi Fasilitasi Ekspor-Impor Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi (Disperindagkop) dan UKM DIY, Firsanedi menyampaikan jika impor bahan makanan masih dilakukan.
Hanya, bahan makanan tersebut mayoritas dipesan oleh pelaku usaha lokal secara langsung.
“Sebagai contoh restoran, mereka melakukan impor bahan makanan yang tidak ada di Indonesia. Tetapi bahan maknan itu tidak dijual kembali, melainkan diolah untuk masakan mereka sendiri,” ujarnya, Rabu (30/10/2013).
Komoditas lain, seperti bahan pembuatan susu, bawang maupun kedelai disebutnya tidak lagi dilakukan. Bila masih dijumpai di pasaran, Firsanedi menuturkan hal tersebut di luar kekuasaan Disperindagkop dan UKM DIY. Ada kemungkinan impor dilakukan secara langsung oleh pelaku usaha tertentu atau justru langsung dari pemerintah pusat.
Dia menuturkan Disperindagkop dan UKM DIY juga tidak dapat berbuat banyak dengan melakukan kontrol pasar seperti dulu. Pasalnya, pola yang kini diterapkan berwujud pasar bebas.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Puncak Arus Balik Lebaran 2026 Diprediksi Mulai Terjadi Selasa Esok
Advertisement
Sukolilo Pati Sempat Viral, Ternyata Simpan Banyak Tempat Wisata
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement



