IMIGRAN GELAP : Nelayan Diimbau Hati-hati terhadap Imigran di Pantai Selatan

Pihak kepolisian mengamankan kapal yang akan membawa imigran gelap beserta isinya agar tidak hanyut terbawa ombak.
31 Oktober 2013 10:17 WIB Kusnul Isti Qomah Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL - Nelayan di wilayah pantai selatan Gunungkidul diimbau berhati-hati jika ada imigran yang mereka temui di wilayah tersebut.

Kapolres Gunungkidul AKBP Faried Zulkarnaen mengatakan pihaknya masih terus melakukan pengembangan kasus http://www.harianjogja.com/baca/2013/10/31/imigran-gelap-kapal-nelayan-pengangkut-imigran-diamankan-461162" target="_blank">tertangkapnya 30 imigran gelap di Pantai Ngluwen, Desa Kanigoro, Kecamatan Saptosari, Sabtu (19/10/2013) lalu.

Hingga saat ini Polres sudah menetapkan tiga tersangka yakni S, M dan W yang merupakan nelayan di Pantai Baron. Tersangka M dan W diduga merupakan pihak yang mengkoordinir, memfasilitasi serta mencarikan penginapan, truk dan kapal.

Sementara itu nahkoda Kapal Miras, kapal yang mengangkut para imigran dari pantai menuju kapal besar mereka, masih dalam penyelidikan.

“Dari info yang kami dapatkan nahkoda tersebut tidak berada di sini [Gunungkidul],” imbuh dia.

Kanit Pidsus Polres Gunungkidul Aiptu Suparman menambahkan Polres Gunungkidul mengamankan delapan awak kapal jungkung. Polres masih melakukan penyelidikan terkait sejauh mana keterlibatan para awak kapal tersebut.

“Kami akan melihat apakah ada unsur kesengajaan atau tidak. Dari pengakuan mereka, ketika akan berangkat melaut ada orang yang tiba-tiba ingin nitip orang untuk diangkut ke kapal yang sudah siaga di tengah,” tutur dia.

Suparman menambahkan para nelayan tersebut juga mengaku dijanjikan akan diberikan imbalan uang Rp100.000 sebagai ganti uang bahan bakar.

Dengan kejadian ini diharapkan para nelayan untuk lebh berhati-hati. Ketika ada kejadian seperti itu diharapkan langsung melapor kepada pihak yang berwajib sehingga tidak terseret dalam kasus.