Advertisement

PENGANIAYAAN TKI : Kisah TKI Bantul di Oman, Kerja Dianiaya, Paspor Ditahan

Bhekti Suryani
Jum'at, 01 November 2013 - 10:17 WIB
Nina Atmasari
PENGANIAYAAN TKI : Kisah TKI Bantul di Oman, Kerja Dianiaya, Paspor Ditahan

Advertisement

Rokhani Ana warga Bantul yang menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Oman mengalami penyiksaan.

Air mata Tukiyah, 50, mengalir deras, saat mengenang nasib putrinya Rokhani Ana, 29, TKI di Oman, yang tertahan tak dapat pulang ke Tanah Air. Ibu tiga anak itu mengisahkan nasib malang anaknya di negeri orang yang mengalami pencabulan hingga penyiksaan.

Advertisement

Sesekali kalimat yang diucapkan Tukiyah terputus, ia menahan tangis saat bercerita ke media kisah tragis putrinya. Tukiyah mengenang, saat Rokhani Ana meninggalkan Bantul menuju Oman lewat Penyalur Jasa TKI (PJTKI) Abdullah Putra Tamala yang berkantor di daerah Condet, Jakarta Timur tiga tahun lalu.

"Waktu itu diajak orang namanya Pak Putut katanya rumahnya di belakang TVRI," tutur Tukiyah saat disambangi Kamis (31/10/2013) siang di Dusun Sindet, Trimulyo, Jetis, Bantul.

Desakan ekonomi memaksa Rokhani Ana mencari peruntungan di luar negeri. Apalagi saat itu, ia tengah pisah ranjang dengan suaminya di Bantul yang telah memberinya anak yang kini duduk di bangku kelas IV SD.

Rokhani Ana awalnya bekerja sebagai pembantu rumah tangga dengan majikan bernama Mahmod bin Khaled bin Abdullah Al Mandiri. Di rumah majikan pertamanya ini, ia mengalami tindakan tak senonoh berupa pelecehan seksual.

"Kata dia, majikannya enggak senonoh, tiap mau kerja disuruh mencium majikannya," kata Tukiyah yang mendengar cerita itu dari Rokhani Ana melalui sambungan telepon.

Tak betah diperlakukan tak senonoh, Rokhani Ana kabur dari rumah majikannya. Ia mendatangi sebuah kantor pemerintah di daerah Al Buraimi. Tukiyah tak tahu kantor apa yang dimaksud. Di sana ia minta dipulangkan ke Indonesia.

Namun apes, otoritas kantor itu tak mau memulangkannya. Justru Rokhani Ana dicarikan tempat kerja di keluarga yang lain. Di majikannya yang kedua, nasib Rokhani Ana tak kalah buruk.

Di tempat ini ia kerap dipukuli. Ia sempat kabur meninggalkan rumah majikannya. Namun saat ditangkap kepolisian setempat, ia kembali dipulangkan ke rumah majikannya yang kedua tersebut.

Saat kembali, pemukulan masih terus ia terima. Ia bahkan sempat dikunci di kamar mandi. "Dia mengaku kalau dia dipukuli itu baru tujuh bulan lalu, dulu waktu menelepon sekitar 2011 dia enggak pernah cerita, dia enggak mau bikin susah orangtuanya," ungkap Tukiyah.

Tak tahan terus disiksa, perempuan berkulit kuning langsat itu kembali kabur.

Kisah selanjutnya, http://www.harianjogja.com/baca/2013/11/01/penganiayaan-tki-kisah-tki-bantul-di-oman-diperistri-pria-setempat-tak-boleh-keluar-rumah-461540" target="_blank">bersambung.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terkait

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Jusuf Kalla Bantah Tuduhan Biayai Polemik Ijazah Jokowi

Jusuf Kalla Bantah Tuduhan Biayai Polemik Ijazah Jokowi

News
| Minggu, 05 April 2026, 18:17 WIB

Advertisement

Cable Car Baru di Tawangmangu Diserbu Wisatawan

Cable Car Baru di Tawangmangu Diserbu Wisatawan

Wisata
| Minggu, 05 April 2026, 15:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement