Advertisement

Dukuh di Sleman Minta Tunjangan Aparatur Desa Sesuai UMK

Senin, 18 November 2013 - 22:21 WIB
Maya Herawati
Dukuh di Sleman Minta Tunjangan Aparatur Desa Sesuai UMK

Advertisement

Harianjogja.com, SLEMAN–Pembahasan upah minimum kabupaten (UMK) kembali mencuat. Demikian pula dengan keinginan perangkat desa di Kabupaten Sleman yang menuntut tunjangan aparatur pemerintah desa (TAPD) tahun 2014 senilai UMK.

Ketua Paguyuban Dukuh Cokro Pamungkas Sleman, Sukiman Hadi Wijoyo mengatakan pihaknya menuntut agar tunjangan dukuh dan perangkat desa sesuai UMK Sleman 2014, yakni Rp1.127.000. Hal ini sesuai dengan yang ditetapkan oleh Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Advertisement

“Sebelumnya diwacanakan tunjangan bagi perangkat desa 2014 akan disamakan dengan UMK. Namun kami belum melihat pos anggaran peningkatan perangkat desa dalam RAPBD 2014. Atau mungkin belum jadi naik,” kata Sukiman pada Harianjogja.com, Senin (18/11/2013).

Sukiman mengaku pihaknya mempertanyakan komitmen pemkab terhadap kesejahteraan perangkat desa. Sebab anggaran untuk kunjungan kerja bagi eksekutif dan legislatif saja yang dinaikkan, tapi nasib dan kesejahteraan perangkat desa terus diabaikan.

“Formulasi tunjangan bagi perangkat desa sudah diatur dalam peraturan menteri dalam negeri [Permendagri], sehingga tuntutan ini bukan tanpa dasar. Makanya, jika itu diwujudkan sesuai dengan UMK, artinya merupakan realasai atas Permendagri tersebut,” jelas Sukiman.

Saat ini, besaran tunjangan bagi aparat pemerintah desa di Sleman masih di bawah UMK. Setiap dukuh mendapatkan Rp675.000. Perangkat desa lainnya juga masih di bawah UMK. Bahkan masih ada seorang perangkat desa yang hidupnya sangat memprihatinkan, hingga layak masuk dalam kategori keluarga miskin.

“Tapi karena sebagai perangkat desa, tidak mungkin memasukan namanya sendiri sebagai warga miskin. Karena itu, kami minta TAPD ini menjadi perhatian,” kata Sukiman.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terkait

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Kecaman Keras Muncul Atas Aturan Hukuman Mati Israel

Kecaman Keras Muncul Atas Aturan Hukuman Mati Israel

News
| Sabtu, 04 April 2026, 20:17 WIB

Advertisement

Long Weekend April 2026: Cek Tanggal Merah Usai Lebaran

Long Weekend April 2026: Cek Tanggal Merah Usai Lebaran

Wisata
| Jum'at, 03 April 2026, 12:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement