Mendagri Tito Usul Kepala Daerah Dapat Insentif dari PAD
Mendagri Tito Karnavian mengusulkan kepala daerah mendapat insentif dari PAD jika berhasil meningkatkannya. Aturan masih perlu dikaji bersama.
Harianjogja.com, JOGJA–Jawara X Factor Fatin Shidqia Lubis menyesalkan batalnya konser dirinya bersama Mika Angelo yang sedianya berlangsung di Grand Pasific Hall, Jl Magelang, Minggu (1/12/2013). Padahal penyanyi bertubuh mungil itu sudah berlatih maksimal bersama Mikha Angelo untuk tampil prima dihadapan Fatinistik (sebutan penggemar Fatin).
“Kecewa banget enggak jadi konser. Padahal semuanya sudah aku siapin semua. Bahkan dari tujuh lagu yang dibawakan saat konser. Aku sama Mikha sudah siapin bonus lagu akustik kepada penonton,” katanya saat menggelar Meet and Greet bersama wartawan dan para penggemarnya di KFC Sudirman, Selasa (3/12/2013).
Menurut Fatin batalnya ia konser tersebut disebabkan karena ketidakprofesional Event Organizer (EO) yang mengundangnya konser. Ia membeberkan jika H-1 konser ia belum mendapatkan tiket pesawat dari EO untuk bertolak ke Jogja.
Tidak hanya itu saja, pemilik suara serak serak basah itu pun juga belum mendapatkan uang muka sebagai honor konser. “Padahal mereka [EO] sudah promosi konser yang infonya sudah ke mana-mana berikut tempat dan jadwal konser,” ujarnya.
Yang menjadi keprihatinan Fatin adalah banyak fans yang kecewa dengan batalnya konser itu. Ia bercerita kalau sudah beberapa fansnya sudah datang dari Jakarta menuju Jogja.
“Di Twitter ada fansku yang kepengen lihat aku konser. Pas di ulang tahu dia diperbolehin sama orang tuanya nonton di Jogja. Tapi ternyata batal,”katanya.
Namun demikian, Fatin tidak larut dalam kekecewaan. Ia justru menjadikan persoalan itu sebagai pelajaran berharga agar dikemudian hari kasus itu tidak terjadi lagi. “Jadiin pengalaman aja deh. Sekarang kudu jelas dari A-Z kalau mau kerja sama konser,” katanya.
Berdasar informasi Harian Jogja, EO konser Fatin dan Mika adalah Frans Production. Frans Production terpaksa menggagalkan konser karena minimnya tiket yang terjual.
Dari 1.200 tiket yang dijual terdiri dari beberapa kelas hanya terjual sebanyak 138 lembar tiket. “Tiket yang dijual juga mahal,” terang Anton, dari pihak Frans Production kepada Harianjogja.com melalui pesan singkat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Mendagri Tito Karnavian mengusulkan kepala daerah mendapat insentif dari PAD jika berhasil meningkatkannya. Aturan masih perlu dikaji bersama.
Pembangunan Jembatan Garuda di atas Kali Oya, Rejosari, Semin, disambut antusias warga karena mempermudah akses dan lebih aman saat musim hujan.
Film Solata gagal meraih penghargaan di Festival Film Bandung 2026, tetapi sukses meraih apresiasi dan penghargaan di sejumlah festival internasional.
Polresta Solo menyita 10 sepeda motor balap liar dan berknalpot brong di depan RS Panti Waluyo setelah menerima keluhan dari keluarga pasien.
Otorita IKN mempercepat pembangunan tahap II untuk mengejar target IKN sebagai ibu kota politik pada 2028 melalui APBN, KPBU, dan investasi swasta.
DPMPTSP Bantul menjajaki kerja sama investasi dengan China. Pengelolaan sampah hingga teknologi energi menjadi sektor yang mulai diidentifikasi.