Kemarau, Ratusan Telaga di Gunungkidul Mengering
DPUPRKP Gunungkidul mencatat hampir 90% telaga di Bumi Handayani kondisinya mengalami sedimentasi akut. Akibatnya fungsi jadi tidak optimal sehingga mengering.
JIBI/SOLOPOS/ Sunaryo Haryo Bayu Pedagang sedang menjaga burung Kenari Holland yang ditempatkan dalam kandang di Jl Depok, Manahan, Solo, (15/11). Burung kenari yang diimpor dari Belanda tersebut dijual dengan harga Rp750.000,- per ekor
Harianjogja.com, JOGJA – Pasar satwa dan tanaman hias (Pasty) Jogja kembali disatroni kawanan pencuri. Kali ini dialami, Riyanto penjual burung di kawasan itu, mengalami kerugian mencapai Rp50 Juta. Peristiwa ini sudah terjadi 3 kali dalam kurun waktu 3 bulan.
Menurut penuturanya, pada Selasa (28/1/2014) pagi, ia mendapatkan kabar kalau kios miliknya telah dibobol pencuri. Mendapatkan berita itu, Riyanto langsung menuju ke kios untuk mengecek kebenaran berita itu.
“Pagi-pagi saya dihubungi petugas keamanan, jika kios saya dibobol maling. Untuk mengecek keberanan itu, saya langsung menuju lokasi dan ternyata benar,” katanya, Rabu (29/1).
Dia menceritakan, kejadian ini merupakan yang ketiga kalinya terjadi pencurian di Pasty Jogja. Waktu kejadiannya tidak berselang lama, karena terjadi dalam kurun waktu 3 bulan saja. Atas peristiwa ini, ia mengaku mengalami kerugian mencapai Rp50 juta. “Total ada sekitar 30 burung berhasil dibawa kabur pencuri itu,” sebutnya
Dia menjelaskan, kebanyakan burung yang dibawa adalah burung jenis Kenari. Di antaranya, 4 ekor Kenari Yokshire, 10 Kenari Holand Import, dan beberapa kenari jenis lainnya seperti Kenari F1 dan Kenari F4.
“Masih banyak lagi jenis burung yang dibawa kabur, karena jumlahnya mencapai 30 ekor, padahal ini baru di toko saya, belum lagi toko sebelah. Karena total dalam aksi pencurian ini berhasil membobol 3 toko,” ungkapnya.
Diakuinya, dia sudah mencoba menelusuri jejak pencuri itu. Salah satunya melalui media jejaring sosial, khususnya untuk teman-teman sesama penyuka burung, yang tegabung dalam kelompok kicau mania.
“Ya saya menyebarkan pesan tentang kehilangan ini dengan memberikan ciri-ciri burung yang hilang. Apabila ada teman-teman yang mengetahui mohon hubungi saya,” ujar dia.
Atas kejadian ini, Riyanto juga mengaku telah membuat laporan pencurian ke Polresta Jogja. “Saya sudah melapor dan semua sudah saya serahkan ke pihak yang berwenang,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPUPRKP Gunungkidul mencatat hampir 90% telaga di Bumi Handayani kondisinya mengalami sedimentasi akut. Akibatnya fungsi jadi tidak optimal sehingga mengering.
Membandingkan MacBook Neo Rp10 jutaan dengan laptop Windows. Simak kelebihan, kekurangan, dan mana yang paling pas untuk kebutuhan kuliah serta kerja Anda.
Ingin lansia tetap sehat saat puasa Arafah? Simak 5 tips praktis mengenai hidrasi, nutrisi, dan aktivitas agar lansia tetap bugar saat Iduladha.
Tidak hanya soal kecepatan, pengguna internet kini mulai lebih memperhatikan faktor stabilitas koneksi dan kenyamanan penggunaan sehari-hari.
Polres Bantul meningkatkan pengamanan jelang Iduladha 2026 untuk mengantisipasi tawuran dan kejahatan jalanan serta mengaktifkan siskamling.
Falling Walls Lab Yogyakarta 2026 merupakan hasil kolaborasi German Federal Foreign Office, German Academic Exchange Service (DAAD), UII, dan Euraxess