Pringgokusuman Siap Jadi Kampung Seni dan Budaya

JIBI/Harian Jogja/Desi SuryantoAnak-anak belajar menari tari nawung sekar di bimbingan kesenian Art for Children (AFC) di Taman Budaya Yogyakarta, Minggu (05/01 - 2014). Gerakan yang lembut saat belajar tari klasik menjadikan anak berlatih sabar, telaten dan secara tidak langsung telah belajar tata krama. AFC menyelenggarakan bimbingan seni tari, karawitan, teater&sastra, seni rupa dan seni pewayangan setiap hari minggu.
04 Februari 2014 12:45 WIB David Kurniawan Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA–Kelurahan Pringgokusuman bersiap menjadi Kampung Seni Budaya Berbasis Kerajinan dan perekonomian. Untuk itu, pihak kelurahan bekerja sama dengan Kecamatan Gedong Tengen melakukan koordinasi, salah satunya menginvetarisasi sejumlah kesenian yang ada di kelurahan itu.

Lurah Pringgokusuman Enik Hambanari mengatakan, rencana ini berdasarkan pada antusias warga terhadap seni budaya yang begiu tinggi, sehingga diputuskan untuk mencoba untuk menjadikan Kelurahan Pringgokusuman menjadi kampung seni dan budaya.

Apalagi pihak kelurahan telah melakukan pendataan terhadap jenis keseniaan yang ada.

“Sampai saat ini kami telah mencatat ada 33 jenis kesenian di kelurahan ini,” katanya, baru-baru ini.

Adapun jenis-jenis kesenian tersebut antara lain ketoprak, barongsai, jathilan, keroncong, moco pat, geguritan dan lain sebagainya. Hanya, kata Enik, sapaan akrabnya, jumlah kesenian itu coba akan diberdayakan.

Jadi nantinya, dapat memberikan manfaat untuk kelurahan dan tentunya diharapkan mampu mengangkat perekonomian masyarakat di Kelurahan Pringgokusuman.