Takut Sepi, Pedagang Pasar Ngipik Enggan Pindak ke Pasar Desa Baturetno

04 Februari 2014 15:29 WIB Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL–Ratusan pedagang Pasar Ngipik di Desa Baturetno, Kecamatan Banguntapan menolak http://www.harianjogja.com/baca/2014/02/04/pedagang-pasar-ngipik-boleh-tempati-pasar-desa-baturetno-486999" target="_blank">tawaran pemerintah setempat yang akan memindah mereka ke Pasar Desa Baturetno yang kini sudah siap digunakan.

Penolakan pedagang pasar ditunjukkan dengan menolak tanda tangan kesediaan pindah yang disodorkan Pemkab Bantul.

Sejumlah perwakilan pedagang Ngipik mengatakan lokasi Pasar Desa Baturetno yang sudah berdiri kurang strategis dan akan membuat penjualan mereka merosot. Lokasi juga dituding kerap kebanjiran karena berada di tanah yang permukaannay rendah.

“Kami tidak setuju tawaran pindah dari Pasar Ngipik. Pasar Desa Baturetno yang baru kurang strategis dan terlalu dekat dengan Pasar Kotagede. Kami sudah kompak enggak mau pindah,” kata Tugiyem, seorang pedagang buah dan sayuran Pasar Ngipik, Senin (3/2/2014).

Menurut Tugiyem, lokasi pasar baru milik Desa Baturetno hanya berjarak kurang dari dua kilometer dengan Pasar Induk Kotagede. Perhitungan jarak menjadi alasan pedagang khwatir pelanggan dan pembelinya memilih ke Pasar Kotagede.

“Beberapa kali kami ditawari untuk pindah. Tapi kami satu suara menolak tawaran itu,” imbuhnya.

Jumiyati, pedagang sembako Pasar Ngipik membenarkan tawaran pemkab untuk menempat Pasar Desa setempat. Pindah pasar diyakini hanya akan mengundang masalah merugikan kalangan pedagang kecil.

Menurut dia, Pasar Ngipik selama ini sudah bisa berjalan dengan baik. Para pedagang juga mendapatkan pelanggan dan tingkat kunjungan masyarakat yang cukup lumayan. “Tidak gampang membuat pasar jadi ramai lagi,” sahut pedagang lain.