DIY segera Susun Grand Design Kawasan Heritage

JIBI/Desi SuryantoSejumlah pekerja memasang pagar pembatas jalan di persimpangan sisi barat laut Hotel Inna Garuda di Jalan Malioboro, Yogyakarta, Jumat (27/12 - 2013). Pagar berbahan besi dengan tulisan Malioboro itu dapat dilipat seperti halnya pintu gerbang, kehadiran pagar baru itu menggantikan pagar pembatas jalan sebelumnya yang berwujud aksara jawa yang unik nan khas.
07 Februari 2014 15:39 WIB Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA- Mulai tahun ini, Dinas Kebudayaan DIY merencanakan pembuatan grand design enam kawasan heritage, yakni Malioboro, Kraton, Pakualaman, Kotabaru, Kotagede, dan Imogiri.

Kepala Bidang Purbakala dan Museum Aryanti Luhur Tri Setyarini mengungkapkan permintaan dari Panitia Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta agar revitalisasi rumah kuno di Kampung Pecinan Ketandan, termasuk dalam desain kawasan heritage Malioboro.

"Sehingga, penatan Ketandan tidak menjadi pembahasan yang terpisah," katanya, Kamis (6/2/2014).

Soal fisik, menjadi tugas dan kewenangan bersama Dinas Pekerjaan Umum.

Ririn mengatakan, dengan desain itu dapat menjadi panduan kota/kabupaten dalam membuat rencana detail tata ruang. Desain itu termasuk mengatur boleh tidaknya sebuah bangunan hotel berada di kawasan tersebut.

Di Kampung Pecinan Ketandan, rumah-rumah kuno sulit dipertahankan, karena pemilik yang sudah berusia lanjut. Padahal, ketika bangunan- bangunan berusia lebih 100 tahun itu dilestarikan, dapat mendongkrak kehidupan pariwisata.