GAS LANGKA : Gas 3 Kilogram Susah Dicari

07 Februari 2014 09:30 WIB Rima Sekarani Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Gas elpiji ukuran tiga kilogram kembali susah dicari. Pengecer di Sleman mengaku jatah gas dari agen maupun pangkalan berkurang.
Ponijo, pengecer di Desa Wedomartani, Ngemplak, Sleman  mengatakan kelangkaan sudah dirasa sejak bulan Januari lalu. “Dari pangkalan katanya juga cuma dapat 40 atau 50 tabung. Jadi saya di sini cuma dapat jatah 10, kadang 11,” kata Ponijo, Kamis (6/2/2014) siang.

Pasokan gas hanya datang dua atau tiga kali dalam seminggu. Bahkan bagi Marti, pengecer di Desa Maguwoharjo, Depok, Sleman dia hanya mendapat kiriman dari pangkalan sebanyak satu atau dua kali seminggu.  Akibatnya, konsumen yang datang pun merasa kecewa jika kehabisan.

Pengecer tidak tahu mengapa gas elpiji tiga kilogram jadi susah dicari. “Katanya karena gas yang gede mahal, jadi pada lari ke yang kecil. Tapi ya tidak tahu juga,” ucap Marti.

Meski memiliki 17 tabung, akhir-akhir ini dia hanya mendapat jatah gas tujuh atau delapan tabung saja. “Kalau tadi pagi dapat delapan tabung,” ungkapnya.

Ponijo yang juga baru dipasok gas pada Kamis mengaku langsung diserbu oleh konsumen. “Cuma tadi pagi ada yang pesan dulu. Saya simpankan. Tapi karena tidak datang sampai siang, ya saya jual ke orang lain,” katanya.

Salah satu konsumen, Doni, mengaku sudah mencari gas sejak Kamis pagi. Dia baru bisa mendapatkan gas elpiji tiga kilogram saat sampai di toko milik Ponijo siangnya. “Saya rumahnya tidak jauh dari sini, tapi tadi keliling cari di tempat lain dulu. Susah, tidak mesti ada,” kata Doni.