Diserangan Tikus dan Belalang, Hasil Panen Petani Menurun

10 Februari 2014 13:26 WIB David Kurniawan Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO – Sejumlah petani di Dusun Kemiri, Desa Wijimulyo, Kecamatan Nanggulan mengeluhkan turunnya hasil panen di musim panen kali ini. Penyebabnya, disinyalir karena serangan tikus dan belalang membuat panen mereka menurun, jika dibandingkan dengan musim panen sebelumnya.

Tugirin, salah seorang petani mengatakan akibat serangan dua hewan itu, maka hasil sawah miliknya mengalami penurunan. Apabila di musim panen sebelumnya bisa mencapai 12 kuintal, maka untuk panen kali ini bisa mendapat 7 kuintal merupakan hasil yang bagus.

“Padahal kami sudah melakukan perawatan dengan baik dan benar, pupuknya pun sama dengan yang kami berikan pada musim panen sebelumnya. Tapi hasilnya tidak sesuai dengan yang diharapkan,” kelunya, ketika ditemui Jumat (7/1/2014).

Dia menjelaskan, seharusnya hasil panen kali ini lebih baik dari musim panen sebelumnya. Pasalnya, sebelum dilakukan penanaman, sawahnya ditanami kedelai terlebih dahulu. Tujuannya untuk meberikan jeda waktu
pemulihan, agar tanah tetap subur ketika kembali ditanami padi. Namun, kenyataannya hasil panen Tugirin jauh dari harapan.

“Ya mau apalagi, karena ini hasil yang kami peroleh. Saya berharap ke depannnya panen akan lebih melimpah lagi,” ungkapnya.

Tak jauh berbeda, juga dialami Margianto. Dia memperkirakan, dengan area luas sawah 2.000 meter persegi yang ia garap, untuk panen kali ini maksimal memperoleh padi 6 kuintal. Padahal di panen sebelumnya, dia mampu menghasilkan padi bersih seberat 1 ton, dengan area dan luas yang sama pula.

“Sangat jauh dengan hasil yang diperoleh di tahun lalu. Tapi apapun hasilnya, kami tetap bersyukur dengan hasil yang diperoleh saat ini,” katanya.

Dia berpendapat, selain serangan tikus dan belalang,
penyebab turunnya hasil panen kali ini juga dikarekan perubahan cuaca yang begitu cepat. Apalagi, akhir-akhir ini angin yang berhembus begitu kencang sehingga berpengaruh terhadap panen yang dihasilkan.

“Mungkin tanaman juga butuh penyesuaian sehingga untuk panen kali ini mengalami penurunan,” katanya.

Diharapkannya, ada sebuah penelitian yang bisa menghasilkan bibit dengan kualitas unggul. Harapanya, dengan bibit itu bisa meningkatkan hasil pertanian, karena diharapkan bibit unggul itu bisa tahan terhadap
serangan hama serta mampu bertahan dengan kondisi cuaca apapun.

“Kami sih berharap, agar panen kami terus meningkat. Salah satunya dengan menggunakan bibit dengan kualitas super,” ungkapnya.