Penerapan Tarif Progresif di Terminal Giwangan Jangan Sampai Timbulkan Masalah

12 Februari 2014 14:09 WIB Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA-Kru bus Kota Jogja meminta kepada Unit Pelayanan Teknis (UPT) Terminal Penumpang Yogyakarta (TPY) Giwangan segera melakukan sosialisasi dengan anggotanya, awak bus antarkota antarprovinsi (AKAP) dan bus antarkota dalam provinsi (AKDP) terkait dengan http://www.harianjogja.com/baca/2014/02/12/terminal-giwangan-akan-terapkan-parkir-progresif-488916" target="_blank">pemberlakuan tarif progresif di tempat tersebut.

Hal itu dilakukan agar tidak terjadi permasalahan pada mendatang saat penerapan kebijakan tarif progresif.

"Kami minta pihak terminal segera melakukan koordinasi dan mengajak kru bus untuk berembug. Jangan sampai kebijakan ini nantinya bermasalah," ujar koordinator kru bus kota, Beny Wijaya, Selasa (13/2/2014).

Dia mengungkapkan, untuk bus kota kebijakan tarif progresif yang akan diterapkan sebenarnya tidak banyak berpengaruh kepada mereka. Selama ini bus kota hanya membutuhkan waktu kurang dari 30 menit. "Bahkan untuk yang jalur 4, bus kota hanya 10 menit berhenti di terminal," ungkapnya.

Menurut dia, kebijakan tarif progresif itu nantinya justru berpengaruh kepada bus AKAP. Di tempat itu biasanya AKAP memarkirkan kendaraan lebih dari dua jam. Tanpa adanya sosialisasi dan koordinasi dengan para awak bus AKAP dipastikan penerapan tarif ini akan mengalami kendala.

Di sisi lain, imbuh dia, pemberlakuan tarif progresif akan memberi dampak positif yakni mengurangi kepadatan lalu lintas bus di terminal tersebut. "Itulah guna koordinasi dan sosialisasi. Bagaimanapun yang paling kena dampaknya adalah bus AKAP," terang dia.