Semarak Milad Muhammadiyah ke-113, Aisyiyah Trirenggo Gelar Gowes
Bersepeda bukan hanya soal olahraga, tetapi juga sarana menumbuhkan energi positif, memperkuat silaturahmi, dan meneguhkan peran perempuan dalam gerakan dakwah
Warga bekerja bakti membersihkan rumah milik Yusowiyono, 80, di Dusun Suruh, Desa Hargomulyo, Kecamatan Gedangsari yang rusak kena longsor, Senin (10/2/2014). (JIBI/Harian Jogja/Ujang Hasanudin)
Harianjogja.com, JOGJA-Rumah milik Yusowiyono, 80, di Dusun Suruh, Desa Hargomulyo, Kecamatan Gedangsari, rusak kena longsor, Senin (10/2).
Rumah Yusowiyono yang terbuat dari dinding bambu membentuk limasan itu nyaris rata dengan tanah setelah tertimpa material dari tebing setinggi 11 meter di belakang rumahnya yang ambruk sekitar pukul 18.00 WIB. Sebelum longsor, hujan deras disertai angin melanda wilayah tersebut.
“Pas hujan deras dan mati lampu saya sama anak dan cucu saya masih dalam rumah,” kata Yusowiyono di sela-sela memperbaiki rumahnya, Selasa (11/2/2014).
Beberapa saat setelah hujan reda, Yusowiyono mendengar suara gemuruh di belakang rumahnya.
Dia pun langsung keluar rumah. Setelah melihat tebing mulai terlihat bongkahan tanah dia langsung megajak anak dan cucunya ke luar rumah.
“Setengah jam kemudian tanah dan batu masuk ke dalam rumah,” kata Yusowiyono.
Seketika dia langsung minta bantuan warga namun karena kondisinya gelap perbaikan rumah dilakukan keesokan harinya, sementara dia mengungsi di rumah tetangga yang aman.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Gunungkidul Budi Harjo mengaku instansinya masih menghitung kerugian akibat bencana longsor tersebut. Dia mengimbau masyarakat untuk tetap waspada karena potensi longsor di wilayah Gedangsari masih mungkin terjadi mengingat curah hujan masih tinggi.
Budi menyatakan Gedangsari merupakan salah satu wilayah yang masuk zona merah bahaya tanah longsor karena letak goegrafisnya yang bertebing. Kondisi tanah juga labil jika terus menerus tertimpa hujan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bersepeda bukan hanya soal olahraga, tetapi juga sarana menumbuhkan energi positif, memperkuat silaturahmi, dan meneguhkan peran perempuan dalam gerakan dakwah
Jadwal terbaru KRL Jogja-Solo Jumat 15 Mei 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Polres Kudus mengamankan lima pemuda yang membawa senjata tajam saat menggeruduk kompleks perumahan di Kecamatan Bae.
KAI Commuter menambah 4 perjalanan KRL Jogja-Palur selama libur panjang Kenaikan Yesus Kristus 14–17 Mei 2026.
Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping di Beijing membahas Taiwan, AI, tarif dagang, hingga Selat Hormuz.
Semen Padang siap tampil maksimal melawan Persebaya Surabaya meski sudah dipastikan terdegradasi dari BRI Super League 2026.