Tanah Longsor di Gedangsari Timpa Rumah Yusowiyono

Warga bekerja bakti membersihkan rumah milik Yusowiyono, 80, di Dusun Suruh, Desa Hargomulyo, Kecamatan Gedangsari yang rusak kena longsor, Senin (10/2/2014). (JIBI/Harian Jogja - Ujang Hasanudin)
12 Februari 2014 11:18 WIB Ujang Hasanudin Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, JOGJA-Rumah milik Yusowiyono, 80, di Dusun Suruh, Desa Hargomulyo, Kecamatan Gedangsari, rusak kena longsor, Senin (10/2).

Rumah Yusowiyono yang terbuat dari dinding bambu membentuk limasan itu nyaris rata dengan tanah setelah tertimpa material dari tebing setinggi 11 meter di belakang rumahnya yang ambruk sekitar pukul 18.00 WIB. Sebelum longsor, hujan deras disertai angin melanda wilayah tersebut.

“Pas hujan deras dan mati lampu saya sama anak dan cucu saya masih dalam rumah,” kata Yusowiyono di sela-sela memperbaiki rumahnya, Selasa (11/2/2014).

Beberapa saat setelah hujan reda, Yusowiyono mendengar suara gemuruh di belakang rumahnya.
Dia pun langsung keluar rumah. Setelah melihat tebing mulai terlihat bongkahan tanah dia langsung megajak anak dan cucunya ke luar rumah.

“Setengah jam kemudian tanah dan batu masuk ke dalam rumah,” kata Yusowiyono.

Seketika dia langsung minta bantuan warga namun karena kondisinya gelap perbaikan rumah dilakukan keesokan harinya, sementara dia mengungsi di rumah tetangga yang aman.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Gunungkidul Budi Harjo mengaku instansinya masih menghitung kerugian akibat bencana longsor tersebut. Dia mengimbau masyarakat untuk tetap waspada karena potensi longsor di wilayah Gedangsari masih mungkin terjadi mengingat curah hujan masih tinggi.

Budi menyatakan Gedangsari merupakan salah satu wilayah yang masuk zona merah bahaya tanah longsor karena letak goegrafisnya yang bertebing. Kondisi tanah juga labil jika terus menerus tertimpa hujan.