Jadwal SIM Kulonprogo Sabtu 24 Oktober 2026 di Depan Pemkab Malam Ini
Cek jadwal perpanjangan SIM Kulonprogo 24 Oktober 2026 di MPP, lengkap dengan jadwal Satpas 1450, SIMENOR, SIM Keliling, dan syaratnya.
Harianjogja.com, SLEMAN—Angin kencang meluluhlantahkan Desa Trimulyo, Sleman, Selasa (11/2/2014) malam. Dua rumah rusak akibat tertimpa pohon tumbang.
Sejumlah tiang kabel telepon dan listrik nyaris roboh tampak di Dusun Pendeman, Desa Trimulyo. Sejumlah titik kabel telepon misalnya rusak tak beraturan.
Kerusakan rumah terparah terjadi di Dusun Kepitu, Desa Trimulyo. Terdapat dua rumah rusak parah akibat tertimpa pohon tumbang yakni milik Kasturlan, 55, dan Kardi, 56, yang kebetulan tinggalnya berdekatan.
Jika rumah Kardi rusak sebagian tapi milik Kasturlan tidak bisa dihuni sama sekali. Seluruh atapnya runtuh tertimpa pohon besar. Kasturlan bersama keluarganya terpaksa mengungsi di rumah milik tetangganya.
Kasturlan menceritakan, angin kencang terjadi sekitar lima menit disertai dengan hujan deras sekitar pukul 19.15 WIB. Kekhawatiran selalu terjadi saat angin kencang tiba, karena rumahnya beratapkan bambu.
Selain itu terdapat dua pohon besar berjarak sekitar 15 meter dari bangunan rumahnya yang kebetulan berdekatan dengan sungai. Pohon itu tinggi sekitar 30 meter dengan diameter 50 sentimeter.
Kekhawatiran itu pun terjawab saat terjadi angin kencang. Tiba-tiba ia merasakan rumahnya seperti tertimpa pohon. Beruntung saat kejadian hanya ada Kasturlan di dalam rumah.
Istrinya, Itawati dan seorang anaknya yang tinggal bersama dia kebetulan belum pulang kerja. Atap rumahnya pun runtuh dan Kasturlan sempat kejatuhan genteng dan puing-puing bangunan namun tak mengalami luka yang berarti. PLN Sleman langsung memutus sejumlah aliran listrik di permukiman sekitar rumah Kasturlan.
"Saya berada di dalam rumah sendiri, kejatuhan genteng dan kayu-kayu. Untung cucu saya tidak ada di dalam rumah," terang dia di rumahnya Rabu (12/2/2014).
Selain atap rumahnya yang berukuran sekitar 8 x 10 meter hancur, perabotan rumah tangga juga ikut rusak. Kerugian ditaksir mencapai Rp15 juta. Ia belum memiliki rencana kapan memperbaiki rumahnya, saat ini masih mengungsi di rumah saudaranya yang kebetulan berdekatan.
Korban lain, Kardi menambahkan, kerusakan pada atap rumahnya terjadi di sisi samping kiri yang kebetulan berdekatan dengan rumah Kasturlan. Kerusakan itu membuat sejumlah kamar rumahnya tidak bisa ditempati. "Kebetulan tempat saya kamar atapnya yang rusak," ungkap dia.
Menurut Kardi, dua pohon besar itu sebenarnya sudah disarankan ditebang karena dekat permukiman warga. Tetapi pemiliknya belum bersedia. Saat ini justru tumbangnya pohon menimpa bangunan milik orang lain. Satu pohon sudah ditebang, Rabu (12/2/2014) siang.
Sedangkan yang satunya lagi sudah dikurangi rantingnya karena mengancam rumah warga.
Sejumlah relawan dari berbagai elemen masyarakat dan lembaga pemerintah mengevakuasi potongan pohon sejak Rabu dinihari.
Rumah Kasturlan dibersihkan puing-puing bangunan dan sejumlah perabotan yang tersisa diselamatkan. Adapun rumah milik Kardi yang rusak bagian samping dipasang terpal agar bisa ditempati.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Cek jadwal perpanjangan SIM Kulonprogo 24 Oktober 2026 di MPP, lengkap dengan jadwal Satpas 1450, SIMENOR, SIM Keliling, dan syaratnya.
BYD Atto 1 memimpin penjualan mobil September 2026 dengan 4.840 unit. Simak daftar 20 mobil terlaris di Indonesia.
Atlet selam Jepara Syabilla Rizkia Putri Raharja meninggal saat Porprov Jateng 2026 di Semarang. Panitia masih menelusuri kronologi kejadian.
Timnas U-15 Indonesia kalah 0-3 dari Wales pada laga kedua Grup G Festival FIFA 2026. Tiga gol Wales tercipta pada babak kedua.
Pemerintah menunda kewajiban sertifikasi halal UMKM hingga 2028 karena banyak pelaku usaha belum memenuhi target dan terkendala administrasi.
Rute Trans Jogja ke Gunungkidul belum terealisasi meski dikaji sejak 2025. Warga berharap layanan ini mengurangi kepadatan Jalan Jogja-Wonosari.