UIN Sunan Kalijaga Luncurkan Ki Suka Menjawab, Layanan Informasi Berbasis AI
UIN Sunan Kalijaga meluncurkan Ki Suka Menjawab, layanan informasi publik berbasis AI yang dapat diakses 24 jam dalam beberapa bahasa.
Harianjogja.com, SLEMAN—Angin kencang meluluhlantahkan Desa Trimulyo, Sleman, Selasa (11/2/2014) malam. Dua rumah rusak akibat tertimpa pohon tumbang.
Sejumlah tiang kabel telepon dan listrik nyaris roboh tampak di Dusun Pendeman, Desa Trimulyo. Sejumlah titik kabel telepon misalnya rusak tak beraturan.
Kerusakan rumah terparah terjadi di Dusun Kepitu, Desa Trimulyo. Terdapat dua rumah rusak parah akibat tertimpa pohon tumbang yakni milik Kasturlan, 55, dan Kardi, 56, yang kebetulan tinggalnya berdekatan.
Jika rumah Kardi rusak sebagian tapi milik Kasturlan tidak bisa dihuni sama sekali. Seluruh atapnya runtuh tertimpa pohon besar. Kasturlan bersama keluarganya terpaksa mengungsi di rumah milik tetangganya.
Kasturlan menceritakan, angin kencang terjadi sekitar lima menit disertai dengan hujan deras sekitar pukul 19.15 WIB. Kekhawatiran selalu terjadi saat angin kencang tiba, karena rumahnya beratapkan bambu.
Selain itu terdapat dua pohon besar berjarak sekitar 15 meter dari bangunan rumahnya yang kebetulan berdekatan dengan sungai. Pohon itu tinggi sekitar 30 meter dengan diameter 50 sentimeter.
Kekhawatiran itu pun terjawab saat terjadi angin kencang. Tiba-tiba ia merasakan rumahnya seperti tertimpa pohon. Beruntung saat kejadian hanya ada Kasturlan di dalam rumah.
Istrinya, Itawati dan seorang anaknya yang tinggal bersama dia kebetulan belum pulang kerja. Atap rumahnya pun runtuh dan Kasturlan sempat kejatuhan genteng dan puing-puing bangunan namun tak mengalami luka yang berarti. PLN Sleman langsung memutus sejumlah aliran listrik di permukiman sekitar rumah Kasturlan.
"Saya berada di dalam rumah sendiri, kejatuhan genteng dan kayu-kayu. Untung cucu saya tidak ada di dalam rumah," terang dia di rumahnya Rabu (12/2/2014).
Selain atap rumahnya yang berukuran sekitar 8 x 10 meter hancur, perabotan rumah tangga juga ikut rusak. Kerugian ditaksir mencapai Rp15 juta. Ia belum memiliki rencana kapan memperbaiki rumahnya, saat ini masih mengungsi di rumah saudaranya yang kebetulan berdekatan.
Korban lain, Kardi menambahkan, kerusakan pada atap rumahnya terjadi di sisi samping kiri yang kebetulan berdekatan dengan rumah Kasturlan. Kerusakan itu membuat sejumlah kamar rumahnya tidak bisa ditempati. "Kebetulan tempat saya kamar atapnya yang rusak," ungkap dia.
Menurut Kardi, dua pohon besar itu sebenarnya sudah disarankan ditebang karena dekat permukiman warga. Tetapi pemiliknya belum bersedia. Saat ini justru tumbangnya pohon menimpa bangunan milik orang lain. Satu pohon sudah ditebang, Rabu (12/2/2014) siang.
Sedangkan yang satunya lagi sudah dikurangi rantingnya karena mengancam rumah warga.
Sejumlah relawan dari berbagai elemen masyarakat dan lembaga pemerintah mengevakuasi potongan pohon sejak Rabu dinihari.
Rumah Kasturlan dibersihkan puing-puing bangunan dan sejumlah perabotan yang tersisa diselamatkan. Adapun rumah milik Kardi yang rusak bagian samping dipasang terpal agar bisa ditempati.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
UIN Sunan Kalijaga meluncurkan Ki Suka Menjawab, layanan informasi publik berbasis AI yang dapat diakses 24 jam dalam beberapa bahasa.
OJK melaporkan reformasi pasar modal kepada Prabowo, meliputi penguatan integritas, transparansi, dan penegakan aturan, termasuk persoalan MSCI.
BGN menegaskan tidak akan mengintervensi proses hukum kasus pencambukan di KPPG Bogor dan membuka kanal pengaduan anonim untuk mencegah kekerasan.
Dua orang meninggal dunia setelah sepeda motor diduga tergelincir saat menyalip truk trailer di dekat Palang Krapyak, Klaten, Senin sore.
BPJS Ketenagakerjaan Yogyakarta memanfaatkan FinExpo 2026 untuk mengedukasi pekerja mandiri dan pelaku UMKM tentang perlindungan sosial.
Sebanyak 44 dari 86 KDMP di Sleman telah beroperasi. Keterbatasan modal, SDM, sarana usaha, dan kepastian regulasi menjadi kendala.