Dampak Kelud di Bantul Lebih Dahsyat Dari Merapi

(JIBI/Harian Jogja - Desi Suryanto)
15 Februari 2014 16:50 WIB Bhekti Suryani Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL- Dampak abu vulkanik akibat letusan Gunung Kelud di Jawa Timur pada Kamis (13/2/2014) malam dianggap lebih besar dibanding erupsi Gunung Merapi 2010 lalu.

Bila pada erupsi 2010, warga di pesisir selatan Bantul tidak begitu merasa terganggu dengan abu vulkanik yang berterbangan, tidak demikian dengan abu vulkanik Gunung Kelud yang mengguyur wilayah DIY sepanjang Jumat (14/2/2014).

Sumadiyana, warga Desa Gadingharjo, Sanden Bantul mengungkapkan, abu vulkanik Gunung Kelud bergerak hingga ke pesisir pantai di Bantul. Warga Kecamatan Sanden menurutnya kaget saat bangun tidur mendapati abu tebal menyelimuti rumah dan lingkungan mereka.

Bahkan, bibir pantai yang biasa dipenuhi pasir berwarna coklat ke hitaman kini berubah warna menjadi coklat keputihan akibat tertutup abu vulkanik. "Pasir pantai itu putih semuanya dari Pantai Samas sampai Pandansimo," ungkapnya Jumat (14/2/2014).

Kejadian itu menurutnya lebih parah dibanding erupsi Merapi 2010. Saat itu, warga yang berkendara di jalanan juga tidak terkendala pekatnya abu vulkanik. Namun, kali ini jarak pandang pengendara tidak sampai lima meter. "Jelas dampaknya luar biasa dibanding Merapi," tutur Sumadiyana.

Henry, warga Tamantirto Kecamatan Kasihan mengatakan, harus menempuh perjalanan selama setengah jam dari daerah Goa Selarong menuju Kota Bantul. "Padahal biasanya dua belas menit sudah sampai," tuturnya.

Pasalnya, abu pekat di sepanjang jalan mengganggu aktifitas berkendara. Henry mengaku harus berhenti hingga 5-6 kali di jalan saat pandangan tertutup kabut guna menghindari kecelakaan. Dampak Kelud kali ini menurutnya lebih hebat dari Merapi. "Dulu abunya enggak setebal sekarang," ujarnya.

Terpisah, Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul, Dewanto mengakui, dampak letusan Gunung Kelud lebih parah dari Merapi meski jarak antara lokasi letusan dengan DIY mencapai lebih dari 200 Km. "Bantul ini termasuk parah, tertiup angin kencang hingga abu menebal," ungkap Dewanto.