ABU KELUD : TK & SD Libur, SMP & SMA Masuk

JIBI/Solopos/Agoes RudiantoPelajar menggunakan masker dan payung saat berangkat sekolah di Jl. Adisucipto, Solo, Jumat (14 - 2). Mereka terpaksa pulang lagi ke rumah karena sekolah diliburkan pasca hujan abu yang mengguyur Kota Solo sebagai dampak erupsi Gunung Kelud di Kediri.
16 Februari 2014 23:22 WIB Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA- Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY Baskara Aji mengatakan, hingga Senin proses kegiatan belajar mengajar di DIY masih libur. Alasannya, sejumlah kampus dan sekolah belum dibersihkan dari abu. "Kalau dilaksanakan besok [hari ini] tidak maksimal karena sekolah masih kotor karena belum dibersihkan," ungkap Aji, Minggu (16/2/2014).

Berdasarkan rapat koordinasi dengan bupati dan walikota se DIY, jelas Aji, siswa yang proses KBM masih diliburkan adalah tingkat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Taman Kanak-kanak (TK) dan Sekolah Dasar (SD). “Mereka diliburkan karena dikhawatirkan bila masuk sekolah akan terkena Infeksi Saluran Pernapasan [ISPA] karena menghirup abu vulkanik. Jadi, ini lebih pada masalah kesehatan siswa,” ujarnya.

Untuk itu, dia berharap agar sekolah menyesuaikan program pendidikan seperti persiapan ujian sekolah (USek) dan try out. Berbeda dengan siswa, sambung Aji, untuk karyawan dan guru PAUD, TK dan SD diminta untuk tetap ke sekolah. Mereka diharapkan untuk melakukan kerja bakti membersihkan sekolah dari abu. "Karyawan dan guru tetap masuk untuk membersihkan sekolah yang akan dibantu para relawan," jelas Aji.

Untuk  siswa SMP/MTs, SMA/MA dan SMK, lanjut Aji diharapkan tetap ke sekolah pada Senin. Namun, mereka diminta untuk mengenakan pakaian olahraga meski tidak ada proses KBM. “Selama dua hari hingga Selasa [18/2], mereka diharapkan ikut membersihkan ruang kelas dan lingkungan sekolah bersama guru dan karyawan sekolah. Dengan demikian, proses KBM efektif di semua sekolah mulai Rabu [19/2] mendatang," jelasnya.

Terpisah, Kepala Bagian Humas UGM, Wijayanti menjelaskan, perkuliahan bagi mahasiswa UGM masih diliburkan pada Senin. Sebagai gantinya, baik dosen, karyawan maupun mahasiswa tetap diminta ke kampus untuk kerja bakti membersihkan lingkungan fakultas masing-masing.  Kegiatan itu dilaksanakan sebagai bentuk empati terhadap petugas kebersihan dan kemanfaatan bersama. Sehingga Selasa, seluruh kegiatan perkantoran dan perkuliahan bisa dijalankan kembali.

"Kebijakan ini sesuai dengan instruksi Rektor. Selain dosen dan karyawan yang sedang membantu korban langsung bencana, seluruh mahasiswa, dosen dan karyawan dimohon untuk membersihkan lingkungan kampus," ungkapnya.