Kecelakaan di Gunungkidul Didominasi Pelajar

JIBI/SOLOPOS - Sunaryo Haryo Bayu UGAL/UGALAN / Dua orang pelajar SMP berboncengan sepeda motor tanpa helm dengan kecepatan tinggi saat melintas di perempatan Bank Indonesia, Jl Jendral Sudirman, Solo. Tidak ada petugas yang menghentikan aksi ugal/ugalan tersebut meski membahayakan keselamatan penguna jalan lainnya
20 Februari 2014 15:49 WIB Ujang Hasanudin Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL- Satuan Lalu Lintas Polres Gunungkidul dan Pemkab Gunungkidul berupaya menekan kecelakaan lalu lintas yang dodominasi oleh kalangan pelajar.

Kanit Pendidikan dan Rekayasa (Dikyasa) Satlantas Polres Gunungkidul Ipda Jarwanto mengatakan, kecelakaan lalu lintas yang terjadi di Gunungkidul dodominasi sepeda motor. Sementara angka korban kecelakaan didominasi oleh pelajar.

“Tahun lalu lebih dari 60 persen korban kecelakaan adalah usia produktif umur 16-30, rata-rata pelajar,” ucap Jarwanto, Rabu (19/2/2014).

Menurut Jarwanto kecelakaan lalu lintas 2013 mencapai 452. Sebanyak 43 orang meninggal dunia. Tahun sebelumnya kecelakaan 402, dan korban meninggal dunia 30 orang. Kendati angka kecelakaan menurun, Polres Gunungkidul berupaya lebih meminimalisasi kecelakaan.

Di antara penyebab kecelakaan, kata Jarwanto, karena pengemudi tidak mentaati aturan lalu lintas, ugal-ugalan dan tidak konsentrasi saat mengemudi.

Dengan sosialisasi keselamatan lalu lintas, Jarwanto berharap para pelajar bisa menjadi pelopor keselamatan di jalan dan diharapkan pelajar mampu menjadi contoh bagi remaja lainnya untuk tertib berlalu lintas.

Rizka Aprita, salah satu pelajar SMA I Semin mengaku sudah sering mengikuti sosialisasi keselamatan lalu lintas baik dari sekolah maupun kepolisian. “Sebenarnya tinggal tindakan nyata aja seperti razia,” kata Rizka.