Advertisement
RSUD Wates Pangkas Alur Pendaftaran Pasien
Advertisement
Harianjogja.com, KULONPROGO- Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wates juga menerapkan terobosan baru melalui pemangkasan alur pendaftaran pasien.
Tujuannya, supaya efisien karena pasien tidak terlalu lama menunggu antrean. Berbeda dengan tahun lalu, pendaftaran di RSUD Wates kali ini terpisah antara pasien umum dan pemegang kartu BPJS.
Advertisement
Direktur RSUD Wates, Lies Indriyati menjabarkan, pasien BPJS langsung mendatangi loket verifikasi internal. Setelah sesuai dengan persyaratan, pasien mendapat surat penjaminan dari loket penjaminan dan membawa ke loket pendaftaran.
“Setelah itu masuk ke loket pendaftaran dan diantar ke poliklinik yang dituju,” katanya, saat jumpa wartawan memeringati HUT ke-31 RSUD Wates, Rabu (26/2/2014).
Sebelum mendatangi RSUD Wates, pasien BPJS harus terlebih dulu mendapatkan surat rujukan dari puskesmas atau dokter keluarga, kecuali bagi pasien gawat darurat dapat langsung menuju rumah sakit.
Wakil Direktur Bidang Pelayanan RSUD Wates, Witarto, menjelaskan, RSUD Wates menerapkan rujukan parsial dalam BPJS yang mengakibatkan segi pembiayaan lebih terfasilitasi.
“Misal, kami tidak mempunyai layanan CT Scan maka dapat kami rujuk ke rumah sakit yang memiliki fasilitas tersebut dan pasien BPJS tidak dikenai biaya tambahan,” katanya.
Wakil Direktur Bidang Keuangan RSUD Wates, Agung Sugiharto, menambahkan, melalui penerarapan program inovasi pelayanan bagi keluarga miskin, RSUD Wates masuk dalam 33 besar kompetisi inovasi pelayanan publik yang diselenggarakan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara.
“Saat ini masih dalam proses penilaian selanjutnya, kami berharap bisa masuk ke tahap lima besar bahkan tiga besar,” tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Paspor Indonesia Bebas Visa ke 42 Negara, Cek Destinasinya!
Advertisement
Berita Populer
- Desakan Menguat Seusai Remaja Bantul Tewas Dikeroyok Geng Remaja
- Modus Izin Tinggal Investor Jadi Cara WNA Belama-lama di Indonesia
- Produksi Gabah Sleman Naik 21 Persen pada Awal 2026
- Terbukti Korupsi, Carik Bohol Terancam Dipecat Seusai Vonis Inkrah
- Remaja di Bantul Tewas Dikeroyok, Polisi Sebut Motif Balas Dendam
Advertisement
Advertisement




