Universitas Leiden Belanda Simpan Dokumen Kraton Jogja

28 Februari 2014 13:52 WIB Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA- Rektor University Leiden Belanda, Prof Carel Stolker mengatakan, pihaknya menyimpan beribu koleksi buku atau dokumen tentang Kraton, ataupun Indonesia.

Itu, menurut dia, adalah koleksi bersama karena menceritakan mengenai hubungan Belanda dan Indonesi saat zaman penjajahan. “Arsip itu ada sepanjang 12 kilometer,” ungkapnya, di Kraton Jogja, Kamis (27/2/2014).

Apakah pihak universitas akan menyerahkannya jika Pemda DIY ataupun Kraton memintanya, menurut dia, arsip itu aslinya sudah rapuh. Karenanya, semua arsip digilitalisasikan. “Semua orang bisa meng-up load-nya,” kata dia.

Selain itu, ia mengatakan universitas juga akan membangun pusat studi Asia, sehingga mempermudah semua orang untuk mempelajarinya. Sekarang ini, menurut dia, sudah banyak akademisi asal Indonesia yang mengakses koleksi itu.

Kepala Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah (BPAD) DIY Budi Wibowo mengatakan, pihaknya mengejar arsip-arsip Kraton zaman Hamengku Buwono I, II, dan III ke Belanda dan Inggris.

Saat ini, sudah ada sekitar 5.000 buku yang ikut dikelolanya.

Sebenarnya total ada 7.000 buku, tapi sisanya ada yang belum bisa dibuka karena buku dengan usia yang sudah ratusan tahun lengket. Dan ketika asal membuka, bisa malah merusaknya.

Budi mengatakan, tidak hanya anggaran dari Danais yang mengucur. Ada pula dari APBD murni yang akan disalurkan ke BPAD untuk keperluan pengarsipan dan pengembangan kepustakaan yakni sekitar Rp21 miliar. Salah satu yang akan dilakukan adalah studi digital enginering design mengenai tempat aman penyimpanan rak buku.

“Karena untuk menyimpan arsip harus ada lemari dan ruang tahan api,” ungkapnya.