Advertisement

Menderita TBC, Sarimin Tidur di Samping Kandang Kambing

Ujang Hasanudin
Selasa, 25 Maret 2014 - 16:23 WIB
Nina Atmasari
Menderita TBC, Sarimin Tidur di Samping Kandang Kambing

Advertisement

Peringatan Hari Tuberkulosis (TBC) sedunia, Senin (24/3/2014), di Bangsal Sewokoprojo, Wonosari diisi dengan beragam kisah para mantan penderita TBC. Berikut kisah yang dihimpun wartawan Harian Jogja, Ujang Hasanudin.

Sarimin, 60, salah satu mantan penderita TBC bisa tertawa lepas saat berbicara di depan orang banyak, termasuk sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Gunungkidul. Suaranya lantang meski usianya sudah tidak muda lagi.

Advertisement

Warga Desa Karangduwet, Kecamatan Paliyan ini menceritakan bagaimana penderitaan yang dia alami selama 2011 lalu gara-gara menderita TBC. Dia harus mengasingkan diri dari istri dan kedua anaknya. Peralatan makan terpisah bahkan tempat tidur pun harus terpisah.

Sarimin akhirnya tidur di belakang rumah, di samping kandang kambing. “Sungguh menyakitkan. Tersiksa harus tidur dengan kambing selama setahun,” ucapnya, Senin (25/3/2014).

Dia positif TBC pada 2011 setelah tertular dari mertuanya karena sering mengantarkan berobat.

Awalnya, Sarimin sempat putus asa karena mendengar kabar penyakit yang menyerang paru-paru itu mematikan dan sulit diobati. Namun, berkat kegigihannya ingin sembuh, dia bisa keluar dari jeratan TBC pada September 2012. Kini Sarimin bisa tersenyum bahkan siap menjadi penyemangat para penderita TBC di Gunungkidul.

Mantan penderita TBC lainnya, Muji Rahayu, juga mengungkapkan betapa penyakit TBC sangat menyiksa. Dia terkena TBC pada 1994. Ibu dua anak ini bertahun-tahun menderita dan baru bisa sembuh pada 2004 setelah berobat terus menerus selama enam bulan.

Ketua Perkumpulan Pemberantasan Tuberkulosis Indonesia (PPTI) Gunungkidul Eko Subiantoro mengatakan berdasarkan data Dinas Kesehatan masih ada sekitar 464 penderita aktif TBC yang kemungkinan menular di Gunungkidul.

Penyakit TBC, menurut Eko, dapat menyerang siapa saja, anak-anak atau orang dewasa dengan tingkat penyebaran yang tinggi. “Satu penderita dapat menularkan [TBC] pada 10-15 orang per tahun,” kata Eko.

Gejala TBC antara lain rasa sakit pada dada dan sesak nafas, demam lebih dari sebulan, nafsu makan berkurang, batuk berdahak selama tiga pekan serta berkeringat pada malam hari tanpa sebab yang jelas. “Jika menemukan gejala tersebut agar segera memeriksakan diri ke rumah sakit,” tandas Eko. (hasanudin@harianjogja.com)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terkait

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Hujan Lebat Picu Banjir di Jakbar, 12 RT dan 4 Jalan Tergenang

Hujan Lebat Picu Banjir di Jakbar, 12 RT dan 4 Jalan Tergenang

News
| Sabtu, 04 April 2026, 09:47 WIB

Advertisement

Long Weekend April 2026: Cek Tanggal Merah Usai Lebaran

Long Weekend April 2026: Cek Tanggal Merah Usai Lebaran

Wisata
| Jum'at, 03 April 2026, 12:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement