Advertisement

Permasalahan Pemilu Banyak Terjadi di TPS

Rabu, 23 April 2014 - 16:50 WIB
Nina Atmasari
Permasalahan Pemilu Banyak Terjadi di TPS Ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) TPS 8 Kratonan, Yatim Hermawan, menunjukkan surat suara Pemilihan Umum Legislatif 2014 yang tidak sah di TPS 8, SMA Kristen I, Jalan Honggowongso, Sidokare, Solo Rabu (9/4 - 2014). Di TPS tersebut ada 102 surat suara tidak sah dan dari 374 Daftar Pemilihan Tetap (DPT), hanya 270 DPT yang menggunakan hak pilihnya. Pada penghitungan surat suara DPRD Kota Solo, PDIP unggul dengan perolehan sebanyak 129 suara, disusul PAN 44 suara dan PKS 13 suara.

Advertisement

Harianjogja.com, SLEMAN-Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Sleman berpendapat bukan hanya Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang perlu meningkatkan kapasitas terkait pemilihan umum (pemilu).

"KPPS perlu bekal yang baik tentang suara sah dan tidak sah, serta cara merekap yang benar,” kata Ketua Panwaslu Sleman, Sutoto Jatmiko, Selasa (22/4/2014).

Advertisement

Namun, menurut dia, saksi dari partai politik maupun calon legislatif juga perlu diberikan bekal yang cukup terkait sah tidaknya sebuah surat suara, termasuk cara perekapannya. “Karena permasalahan justru terjadi di tingkat TPS [tempat pemungutan suara],” ungkap Sutoto Jatmiko.

Sutoto Jatmiko coba memaparkan kesalahan pada saat rekapitulasi di TPS. “Di Wedomartani, nyoblos caleg dan partai, suaranya dihitung dua. Saksinya juga belum paham,” ucapnya.

“Ketidakcermatan mestinya selesai di PPS (Panitia Pemungutan Suara). Di tingkat kabupaten masih menghitung jumlah pemilih itu karena kurang cermat,” imbuhnya.

Pada Pilpres nanti, KPUD Sleman mengharapkan adanya regenerasi anggota KPPS. “Diharapkan anak-anak muda yang peduli terhadap pemilu mau ikut berkontribusi,” ujar Ahmad Shidqi.

Bulan Maret lalu, Paguyuban Kepala Dusun (Dukuh) Kabupaten Sleman memang sempat menyampaikan keberatan terkait persyaratan menjadi KPPS. Kewajiban untuk melampirkan ijazah minimal tingkat SMA sederajat adalah salah satu yang dipermasalahkan waktu itu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terkait

Video Terbaru

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

AHY Tergetkan Selesaikan 87 Kasus Mafia Tanah Tahun Ini

News
| Senin, 15 Juli 2024, 12:07 WIB

Advertisement

alt

6 Destinasi Wisata Alam yang Wajib Dikunjungi di Bogor

Wisata
| Minggu, 14 Juli 2024, 09:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement