Advertisement
Gara-gara Demo, Awak Mobil Tangki Pertamina Dipecat
Advertisement
Harianjogja.com, BANTUL-Awak mobil tangki bahan bakar Pertamina wilayah DIY-Jateng mengaku dipecat dari pekerjaannya menyusul aksi unjuk rasa dan mogok kerja yang mereka gelar beberapa waktu lalu.
Puluhan awak mobil tangki sebelumnya berunjuk rasa menuntut perusahaan yang mempekerjakan mereka membayar uang lembur.
Advertisement
Koordinator Paguyuban Awak Mobil Tangki (AMT) Dahono mengatakan, kabar pemberhentian mereka disampaikan oleh perwakilan manajemen PT. Pertamina Training and Consultan atau biasa disebut PT. C, pada pertemuan Rabu (28/5/2014) siang yang dimediasi jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Sedayu, Bantul. Tempat di mana depo bahan bakar milik Pertamina di daerah Rewulu Sedayu beroperasi.
Untuk diketahui, ratusan awak mobil tangki yang mengangkut bahan bakar dari Depo Pertamina Rewulu ke wilayah Jateng-DIY itu merupakan pekerja sub kontrak yang disediakan oleh PT. Pertamina Training and Consultan untuk PT. Patra Niaga yang merekrut mereka sebagai tenaga outsourcing pengangkut bahan bakar. PT. Patra Niaga adalah anak perusahaan dari perusahaan negara PT. Pertamina.
Menurut Dahono, otoritas PT. C yang diwakili pejabat bernama Reza itu secara lisan menyatakan mereka diberhentikan. "Katanya kami sudah tidak dipekerjakan lagi," terang Dahono, Rabu (28/5/2014).
Sedianya, kata dia, sebanyak 77 awak mobil tangki itu terhitung sudah tidak bekerja sejak Selasa (27/5/2014). Sehari setelah para awak mobil tangki berunjuk rasa ke Kantor Gubernur DIY menuntut uang lembur pada Senin (26/5/2014).
Namun secara resmi, pemberhentian mereka baru disampaikan Rabu (28/5/2014). "Mau bagaimana lagi kalau diberhentikan, kami dan pengacara tetap pada tuntutan soal uang lembur," tuturnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement





