Advertisement

Ini Dia "Desa" Stagen di Kulonprogo

Holy Kartika Nurwigati
Sabtu, 21 Juni 2014 - 05:08 WIB
Mediani Dyah Natalia
Ini Dia

Advertisement

Harianjogja.com, KULONPROGO-Masih ingat stagen? Yup, alat peramping perut tradisional yang biasa dikenakan ibu-ibu dan remaja putri. Kini keberadaan stagen memang banyak digantikan korset yang praktis. Tapi ternyata industri tenun stagen tidak pernah mati. Ini dia desa stagen di Kulonprogo.

Dibalik luasnya areal persawahan di Nanggulan, Kulonprogo, ada satu wilayah yang dikenal sebagai kampung tenun. Pedukuhan Demen yang berada di desa Wijimulyo kecamatan Nanggulan sudah sejak lama dikenal sebagai sentra kerajinan alat tenun bukan mesin (ATBM). Tenun stagen hasil kerajinan warga desa ini bahkan banyak diminati warga ibukota, Jakarta. Bahkan, peminat pun rela berburu langsung ke Nanggulang.

Advertisement

"Di setiap rumah pasti punya alat tenun, simbah-simbah juga masih banyak yang menenun," ujar Muginem penenun di desa ini saat disambangi Harianjogja.com, Jumat (20/6/2014).

Di desa ini masih dapat dijumpai ibu-ibu berusia lanjut yang masih menenun stagen di serambi rumah mereka. Muginem mengatakan kegiatan menenun biasanya dilakukan disela waktu senggang di rumah. Misalnya pagi sebelum berangkat ke ladang untuk menggarap sawah, dan siang hingga sore hari sepulang dari sawah atau kebun.

Ukuran stagen yang ditenun bervariasi, antara lima meter yang paling pendek, 10 meter hingga 20 meter. Marsuti, salah satu pengepul tenun stagen di desa ini mengatakan hasil stagen yang dibuat para warga di desa ini banyak dikirim ke Jakarta. Pesanannya pun juga terus bertambah seiring dengan meluasnya penjualan stagen ini dari Jakarta.

"Kami sudah punya pembeli langganan dari Jakarta. Belum lama ini pernah ada pembeli dari Bandung, tapi permintaannya terkadang mendadak dan desain yang diinginkan terlalu rumit," imbuh istri Kepala Dukuh Demen ini.

Harga tenun stagen ini cukup variatif tergantung kualitas pengerjaan dan ukurannya. Perajin di desa ini mematok harga berkisar Rp16.000 sampai Rp20.000.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terkait

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Fakta Baru Terungkap di Balik Serangan AS ke Iran

Fakta Baru Terungkap di Balik Serangan AS ke Iran

News
| Sabtu, 04 April 2026, 22:47 WIB

Advertisement

Long Weekend April 2026: Cek Tanggal Merah Usai Lebaran

Long Weekend April 2026: Cek Tanggal Merah Usai Lebaran

Wisata
| Jum'at, 03 April 2026, 12:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement