Advertisement
LEBARAN 2014 : H-1 Arus Kendaraan di Bantul Menurun Dibandingkan Tahun Sebelumnya
Advertisement
[caption id="attachment_522465" align="alignleft" width="317"]http://images.harianjogja.com/2014/07/ilustrasi-penutupanantara1.jpg">http://images.harianjogja.com/2014/07/ilustrasi-penutupanantara1.jpg" width="317" height="159" /> Ilustrasi/Antara[/caption]
Advertisement
Harianjogja.com, BANTUL-Dinas Perhubungan (Dishub) Bantul mencatat terjadi penurunan tingkat kepadatan kendaraan pada H-1 lebaran kali ini bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Data di posko induk Dishub Bantul, depan Pasar seni Gabusan, tercatat sejak pukul 07.00 WIB hingga 14.00 WIB hari ini, ada 10.376 kendaraan melintas ke Bantul dr arah Sedayu, 1.566 kendaraan dari arah Srandakan, dan 14.568 kendaraan datang dari arah Piyungan.
"Arus ini lebih lengang dibanding pada H-1 tahun lalu, sepertinya pemudik sudah merencanakan perjalanan. Sehingga tak ada penumpukan kendaraan," ujar Kepala Seksi Manajemen Rekayasa Lalu Lintas Dishub Bantul Agus Haryanto, Minggu (27/7/2014).
Hal yang sama juga diungkapkan oleh staff Pengendalian dan Operasional Dishub Bantul, Ari Danar Kusuma. Ari mengungkapkan dibandingkan hari kemarin, jumlah kendaraan yang melitas hari ini lebih lengang.
Pihaknya memperkirakan puncak arus kendaraan menuju arah pantai Parangtritis akan terjadi pada H+1. Untuk mengatasi persoalan penumpukan kendaraan, sejumlah rekayasa telah direncanakan, di antaranya pengaturan lalu lintas secara manual yang dilakukan oleh petugas Dishub dan kepolisian setempat.
“Ini berlaku pada H+2. Jika arus kendaraan mengalami penumpukkan hingga lebih dari satu kilometer di wilayah Tempat Pembayaran Retribusi (TPR), maka lampu Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas (APILL) tidak berlaku dan kami akan memberlakukan pengaturan lalu lintas secara manual,” ucap dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement





