Advertisement
FKY 2014 : Ini Kritikan dan Apresiasi Warga untuk Penyelenggaraan FKY di Jogja
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA-Di Kota Jogja, Festival Kesenian Yogyakarta (FKY) 2014 yang digelar sejak 20 Agustus-9 September 2014 mengambil lokasi di Plasa Pasar Ngasem. Tahun ini, FKY mengusung tema Atraktif dan Edukatif. Sayangnya, meski sudah dilaksanakan beberapa kali, justru beberapa orang mengaku bosan dengan FKY.
Beberapa orang yang telah sering menghadiri FKY setiap tahun mengaku tidak terlalu antusias lagi menghadirinya tahun ini. Muhammad Faisal Abrori, 23, misalnya. Mahasiswa asal Madiun, Jawa Timur, ini mengatakan, tahun ini antusias mengadiri FKY tidak sebesar seperti saat pertama kali, tiga tahun yang lalu.
Advertisement
“Gimana ya. Di Jogja ini even kesenian sangat sering diadakan. Dalam setahun bisa beberapa kali. Pameran kesenian bukan lagi barang yang baru di Jogja. Awal-awalnya sih aku antusias datang, tapi sekarang enggak begitu. Datang paling cuma datang aja, lihat sebentar terus pulang,” kata dia.
Abror mengatakan, beberapa temannya pun merasakan hal yang sama. Jogja telah lama menjadi kota seni. Itu berarti kesenian bukan lagi hal yang aneh bagi orang-orang yang telah beberapa tahun tinggal di Jogja.
“Tapi ya saya tetap mengapresiasi FKY. Ini berarti tetap menjaga dan melestartikan kesenian lokal, supaya tetap eksis di negeri sendiri. Juga supaya generasi muda semakin mengenal,” ujar Abror.
Ruwetnya parkir dan macetnya lalu lintas di Pasar Ngasem juga menjadi orang enggan ke FKY. Nur Aini,45, mengeluhkan jalanan sekitar Pasar Ngasem, lokasi FKY dihelat.
“Macetnya enggak ketulungan. Belum lagi saya enggak nyaman dengan penataan parkir yang sembarangan. Pulang-pulang, motor sudah lecet di sana-sini,” ujarnya.
Tapi Putra Kurniawan,23, salah satu pengunjung mengaku Pasar Ngasem mengaku antusias mengikuti setiap rangkaian acara yang disusun panitia penyelenggara.
“Terhitung sejak dibukanya FKY pada 20 Agustus lalu, saya sudah menyambangi lokasi FKY sebanyak lima kali,” ujarnya.
Mahasiswa Pendidikan Bahasa Jerman di Universitas Negeri Yogyakarta itu merespons positif FKY tahun ini. Pasalnya, ia menganggap FKY ke-26 memiliki tema yang lebih segar dan langgam acara yang lebih menarik dibanding tahun sebelumnya.
“Tak hanya datang ke hajatan pasar seni, saya juga selalu menanti-nanti penampilan bintang tamu tiap malam. Apalagi acaranya gratis, jadi saya tak ragu untuk berkunjung,” imbuh mahasiswa semester 7 tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Penantian Sepekan Berakhir Jenazah Perwira TNI Tiba di Cimahi
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Update KRL Jogja ke Solo Hari Ini 4 April 2026, Ini Jamnya
- Jadwal Prameks Kutoarjo-Jogja Sabtu 4 April 2026, Cek Jamnya
- Cuaca Jogja 4 April 2026 Didominasi Hujan, Ini Rinciannya
- Jadwal KRL Solo-Jogja Sabtu 4 April 2026, Cek Jam Lengkapnya
- Biaya Hidup di Jogja 2026, Hitungan Versi BPS dan Perkiraan Riil
Advertisement
Advertisement




