Advertisement
Mudah Termakan Iklan, Ini Akibatnya ...
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA- Peredaran obat-obatan modern dan tradisional yang mengandung bahan berbahaya terus saja ditemukan. Balai POM DIY berharap, baik konsumen maupun penjual harus sama-sama kritis.
Kepala BPOM DIY Abdul Rahim mengatakan pihaknya terus melakukan upaya monitoring penjualan obat-obatan tradisional di masyarakat. Meski begitu, dia berharap semua pihak untuk selalu bersikap kritis terhadap produk-produk yang diperjual belikan itu.
Advertisement
"Baik penjual maupun pembelinya harus kritis, apakah barang-barang yang dijual itu sudah memiliki izin? Sering kali masalah itu diabaikan, padahal bisa jadi hal itu membahayakan kesehatannya," ujar Rahim kepada Harianjogja.com, Rabu (3/9/2014).
Dia berharap, sikap kritis masyarakat terhadap produk-produk yang beredar dan dikonsumsi, mampu melindungi bahaya mengkonsumsi produk-produk berbahaya. BPOM sendiri, ujar Rahim, memiliki Penyidik PNS (PPNS) untuk memonitor produk-produk yang beredar di pasaran.
"Terkadang saat proses izin, sampel yang diperiksa produknya bagus. Tapi setelah izin diberikan, kandungannya berubah. Misalnya, ada minuman suplemen yang kadar kafeinnya di atas 80 gram. Padahal, minimal kadar kafeinnya 50 gram," jelas Rahim di sela pembekalan keamanan dan efek samping obat-obatan tradisional, suplemen makanan dan kosmetik masyarakat di Eastparc Hotel.
Sialnya, jelas Rahim, orang Indonesia lebih mudah termakan iklan. Padahal, belum tentu produk yang diiklankan memiliki izin atau izin diperbarui atau kandungannya tidak menyalahi aturan.
"Orang Indonesia gampang termakan iklan. Kosmetik nggak perlu mahal, yang murah belum tentu jelek. Untuk itu, peredaran produk harus diawasi bersama. Jangan sungkan-sungkan melapor ke BPOM," ajak Rahim.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Update KRL Jogja ke Solo Hari Ini 4 April 2026, Ini Jamnya
- Jadwal Prameks Kutoarjo-Jogja Sabtu 4 April 2026, Cek Jamnya
- Cuaca Jogja 4 April 2026 Didominasi Hujan, Ini Rinciannya
- Jadwal KRL Solo-Jogja Sabtu 4 April 2026, Cek Jam Lengkapnya
- Biaya Hidup di Jogja 2026, Hitungan Versi BPS dan Perkiraan Riil
Advertisement
Advertisement





