Advertisement
Aktivis Antikorupsi Tolak Pejabat Bantul Masuk Seleksi KPK, Ini Alasannya
Advertisement
Harianjogja.com, BANTUL—Pegiat antikorupsi Bantul menolak pencalonan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Bantul, Tri Saktiyana, sebagai calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Integritas Tri diragukan lantaran pernah mencairkan dana hibah untuk klub sepak bola Persiba Bantul, yang kini dalam masa persidangan kasus.
Advertisement
Pegiat anti korupsi dari Masyarakat Transparansi Bantul (MTB), Irwan Suryono, menyatakan Saktiyana pernah meloloskan pencairan dana hibah untuk Persiba pada 2011, saat menjabat Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Bantul.
Pencairan dana hibah tersebut saat itu menuai kontroversi karena ditengarai sarat pelanggaran aturan. “Ketua DPPKAD Helmi Jamharis saja saat itu menolak lalu dimutasi tetapi Tri Saktiyana termasuk yang meloloskan,” kata Irwan, Rabu (17/9/2014). Kekhawatiran saat itu sekarang terbukti dengan ditetapkannya dua tersangka korupsi dana hibah Persiba.
Di sisi lain, kata Irwan, Saktiyana belum memiliki prestasi di bidang penegakan hukum dan pemberantasan korupsi. “Kami [MTB] meragukan rekam jejak dan integritas dia [Saktiyana] selama ini, seandainya terpilih sebagai komisioner KPK,” ujarnya.
Sebagai bentuk pengawalan terhadap masalah ini, MTB pekan ini akan melayangkan surat ke panitia seleksi (Pansel) calon komisioner KPK. Meminta Pansel mencermati dan mempertimbangkan rekam jejak Tri Saktiyana.
Saktiyana mengaku menghargai kritikan dari kalangan pegiat antikorupsi di Bantul. “Terima kasih sikap kritis teman-teman [pegiat antikorupsi]. Sangat berharga untuk mawas diri agar lebih bijak di kemudian hari,” kata pria lulusan Ilmu Pemerintahan tersebut.
Saktiyana diketahui mendaftarkan diri dalam seleksi calon komisioner KPK. Ia masuk 11 besar dari total 106 peserta yang mengikuti seleksi. Kini, Kepala Bappeda Bantul itu lolos tahap ketiga seleksi sehingga tinggal menjalani seleksi tahap keempat, yakni masa assesment ke-11 calon.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Biaya Hidup di Jogja 2026, Hitungan Versi BPS dan Perkiraan Riil
- Pacuan Kuda Bantul Makin Meriah STY dan Es Krim Jadi Magnet
- Jenazah 2 Prajurit Gugur di Lebanon Tiba di Lanud Adisutjipto
- Belanja Pegawai Bantul Tembus 34 Persen Rekrutmen Dipangkas
- Sultan HB X Minta Pengusutan Gugurnya Tiga Prajurit TNI
Advertisement
Advertisement





