Advertisement

Segosegawe Mati Suri, Pedagang Sepeda Sepi Pembeli

Uli Febriarni
Selasa, 23 September 2014 - 23:20 WIB
Nina Atmasari
Segosegawe Mati Suri, Pedagang Sepeda Sepi Pembeli

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA-Pedagang sepeda di Pasar Sepeda Tunjung Sari Jogja mengeluhkan penjualan sepeda yang menurun sejak gaung http://www.harianjogja.com/baca/2014/09/22/ini-upaya-dishub-giatkan-kembali-segosegawe-538290" target="_blank">program sepeda kanggo sekolah lan nyambut gawe (segosegawe) menurun.

Supandi, salah satu pedagang menerangkan, pada masa segosegawe ramai digerakkan masyarakat, dalam sehari ia bisa menjual enam sampai tujuh sepeda. Namun sekarang, ia hanya bisa menjual satu hingga dua sepeda.

Advertisement

“Sekarang kebanyakan yang beli sepeda saya tamu dari luar Jogja, dan untuk koleksi. Biasanya membeli sepeda jengki seharga mulai dari Rp12 juta sampai Rp19 juta,” ujarnya pada Harian Jogja, Senin (22/9/2014).

Di pasar tersebut, lelaki yang bertempat tinggal di Joyonegaran ini bersama pedagang lainnya menjual sepeda beragam jenis.

Bahkan, ia berkisah, saat pasar tersebut masih ramai dikunjungi, karaoke yang berada di lantai dua bangunan pasar yang terletak di Jl.Menteri Supeno itu ikut aktif menjadi lokasi hiburan pengunjung. “Sekarang bubar, pasarnya sepi,” ucapnya.

Pedagang yang lain, Rajiyo, mengeluhkan hal yang sama. Di pasar yang buka sejak pukul 08.00 WIB hingga 16.00 WIB itu, pada 2009, pada masa awal-awal segosegawe digaungkan, ia bisa menjual lima sampai enam sepeda.

“Sekarang satu atau dua, tapi kadang ya tidak ada yang laku sama sekali. Makanya saya juga nyambi petani. Sekarang daripada ramai banyak sepinya,” tutur lelaki asal Sendangtirto, Berbah itu.

Saring, Ketua Paguyuban Pedagang Sepeda Yogyakarta menjelaskan, dinamika persaingan penjualan sepeda di masa kini begitu ketat. Bila pada masa sebelumnya, toko sepeda tak menerima tukar tambah dan jual beli sepeda bekas, kini toko telah ikut menjalankan aktivitas yang sama.

“Di sini jual second [bekas], seringnya kami kalah dengan toko. Kami juga bersaing dengan pilihan masyarakat untuk memilih kendaraan bermotor, anak sekolah saja sekarang sukanya pakai kendaraan bermotor, yang memilih sepeda, tak sebanyak dulu,” kata Saring.

Pada 2009, dalam sehari, bisa menjual sampai ada 10 sepeda keluar terjual dari pasar. Namun kini, hanya satu hingga tiga sepeda. Harga sepeda yang terjual dari pasar itu pun, hanya kisaran Rp250.000 hingga Rp450.000.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terkait

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Hujan Lebat Picu Banjir di Jakbar, 12 RT dan 4 Jalan Tergenang

Hujan Lebat Picu Banjir di Jakbar, 12 RT dan 4 Jalan Tergenang

News
| Sabtu, 04 April 2026, 09:47 WIB

Advertisement

Long Weekend April 2026: Cek Tanggal Merah Usai Lebaran

Long Weekend April 2026: Cek Tanggal Merah Usai Lebaran

Wisata
| Jum'at, 03 April 2026, 12:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement