Advertisement

Keluarga Ikhlas Jamaah Haji yang Tewas Kecelakaan Dimakamkan Mekah

Rima Sekarani
Selasa, 23 September 2014 - 04:40 WIB
Nina Atmasari
Keluarga Ikhlas Jamaah Haji yang Tewas Kecelakaan Dimakamkan Mekah

Advertisement

Harianjogja.com, SLEMAN-Mudjijem Amat Sadjilah, 73, warga Sorasan, Bimomartani, Ngemplak, Sleman, meninggal dunia akibat kecelakan di Mekah, Sabtu (20/9/2014) lalu. (Baca : http://www.harianjogja.com/baca/2014/09/22/seorang-jamaah-haji-asal-sleman-tewas-terlindas-bus-di-makkah-538389" target="_blank">Seorang Jamaah Haji Asal Sleman Tewas Terlindas Bus di Makkah)

Seluruh keluarga Mudjijem mengiklaskan ibu dari delapan anak tersebut dimakamkan di Makam Suroya Mekah.

Advertisement

Meski sedih ditinggal orang yang dicintai, keluarga Mudjijem juga merasa lega dan terharu. Saat meninggal dunia, Mudjijem telah menjalani sebagian rukun haji, seperti ihram dan tawaf.

“Ibu meninggal di sana [Mekah]. Itu menjadi kemauannya,” ungkap Supriyono, menantu Mudjijem kepada wartawan di kediaman Mudjijem, Senin (22/9/2014).

Sebelum berangkat menuju Embarkasi Donohudan, Boyolali, Mudjijem telah berpamitan dan meminta semua anggota keluarga iklas jika dia tak bisa kembali ke rumah.

Supriyono tak menyangka, ibu mertuanya itu benar-benar tidak akan kembali lagi ke Sorasan setelah 11 hari berada di Arab Saudi.

Mudjijem yang masuk dalam Kloter 24 meninggal setelah sempat menjalani penanganan medis di Rumah Sakit King Faisal. “Itu sudah jadi garisnya simbok. Kami tidak ingin menanyakan detil perihal penyebabnya. Keluarga semua ikhlas,” ujar Supriyono.

Supriyono menjadi orang pertama yang mendapat kabar tentang kematian Mudjijem. Keluarga juga kemudian mendapat kabar serupa dari Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Sleman. “Sekitar pukul 8 malam, saya dapat telepon dari ketua rombongan haji,” kata Supriyono.

Di sela kesibukannya menyambut para pelayat, Nasrudin, anak pertama Mudjijem, menceritakan kegigihan ibunya demi bisa naik haji. Pekerjaan sebagai buruh tani membuat Mudjijem harus lama menabung.

Tekad Mudjijem justru semakin bulat setelah suaminya meninggal tahun 2006 dan akhirnya terdaftar sebagai calon jamaah haji pada 2009. “Saya mau menabung untuk naik haji,” kenang Nasrudin meniru ucapan Mudjijem.

Terpisah, Kepala Kantor Kemenag Sleman, Lutfi Hamid mengatakan, pihaknya sedang mengusahakan untuk santunan bagi keluarga yang ditinggalkan Mudjijem. “Ada asuransi dan sedang diusahakan diyat,” ungkap Lutfi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terkait

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Fakta Baru Terungkap di Balik Serangan AS ke Iran

Fakta Baru Terungkap di Balik Serangan AS ke Iran

News
| Sabtu, 04 April 2026, 22:47 WIB

Advertisement

Long Weekend April 2026: Cek Tanggal Merah Usai Lebaran

Long Weekend April 2026: Cek Tanggal Merah Usai Lebaran

Wisata
| Jum'at, 03 April 2026, 12:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement